Ilustrasi tes urine.

8 Sipir di Bengkulu Positif Konsumsi Narkoba

Ilustrasi tes urine. (Antara)

Bengkulu - Sebanyak delapan sipir Lapas Bentiring, Kota Bengkulu, dan Rejang Lebong, Bengkulu, positif mengonsumsi narkoba setelah menjalani pemeriksaan urine di kantor Badan Narkotika Nasional (BBN) setempat.

Kepala Kanwil Kemkumham Provinsi Bengkulu, Liberty Sitinjak, di Bengkulu, Senin (20/3) membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, dari delapan sipir positif narkoba itu, lima di antaranya berasal dari Lapas Klas IIA Bentiring, Kota Bengkulu dan tiga orang lagi berasal dari Lapas Curup, Rejang Lebong.

"Petugas sipir yang positif mengkonsumsi narkoba tersebut akan diberikan saksi sesuai hukum yang berlaku, karena perbuatan yang dilakukannya sudah mempermalukan kehormatan ANS," ujarnya.

Untuk memastikan jenis pelanggaran yang dilakukan, kata Liberty, kedelapan ASN akan menjalani pemeriksaan internal. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk menjatuhkan sanks kepada mereka.

"Jadi, sebelum diberi sanksi mereka akan menjalani pemeriksaan internal, serta menunggu hasil assessment dari pihak BNN Bengkulu. Jika kedua hal ini sudah kami dapatkan, maka kedelapan ASN ini akan kita berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Assessment diserahkan sepenuhnya ke BNN Bengkulu. Jika hanya sebagai pemakai maka mereka akan direhabilitasi agar tidak bergantung kepada barang haram tersebut.

Demikian pula bila terbukti sebagai pengedar narkoba, akan diberikan sanksi tegas dipecat sebagai ANS. "Kami tidak main-main jika memang benar delapan sipir ini terbukti tidak hanya sebagai pengguna, tapi juga pengedar, maka mereka akan kami pecat sebagai ASN Kanwil Kemkumham Bengkulu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Bengkulu Brigjen Pol Benny Setiawan melalui Kabag Umum M Noor Said mengatakan, pihaknya akan segera melakukan assessment terhadap delapan sipir yang positif mengonsumsi narkoba tersebut.

Assessment tersebut, lebih diarahkan ke medis, seperti sejak kapan mereka mengonsumsi barang haram tersebut, dan dari mana mereka mendapatkan narkoba dan sebagainya.

Namun, Noor Said belum dapat menyimpulkan hasil dari assessment tersebut, karena saat ini masih berjalan. 



Suara Pembaruan

Usmin/JAS

Suara Pembaruan