Banjir di Kota Jambi Surut, Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah

Ibu-ibu dan anak-anak di Desa Telukjambi, Kecamatan Tamanrajo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi terpaksa menggunakan sampan untuk melakukan kegiatan di luar rumah akibat permukiman mereka dilandan banjir. Mereka cukup bergembira karena mendapat bantuan dan dikunjungi Gubernur Jambi, Zumi Zola, Senin, 20 Maret 2017. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

Oleh: Radesman Saragih / JAS | Selasa, 21 Maret 2017 | 10:06 WIB

Jambi - Banjir yang melanda Kota Jambi dan beberapa kabupaten satu bulan terakhir mulai surut menyusul menurunnya luapan Sungai Batanghari. Sebagian warga yang sempat mengungsi akibat banjir pun sudah kembali ke rumah mereka.

Pantauan Suara Pembaruan pada alat pengukur ketinggian permukaan air Sungai Batanghari di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi, Selasa (21/3), ketinggian air sungai itu 13,30 meter atau berada pada status siaga IV. Ketinggian air sungai itu turun dibandingkan kondisi pekan lalu yang sempat mencapai 13,92 meter atau Siaga Banjir.

Turunnya luapan Sungai Batanghari membuat warga Kota Jambi yang sempat mengungsi sepekan terakhir mulai kembali ke rumah mereka. Puluhan warga Kelurahan Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah mereka. Namun warga masih belum bisa melakukan kegiatan sehari-hari karena hars membersihkan rumah mereka yang kotor akibat lumpur.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Baencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, M Dalmanto ketika meninjau banjir bersama Gubernur Jambi, Zumi Zola di Desa Telukjambi, Kecamatan Tamanrajo, Kabupaten Muarojambi, Senin (20/3) sore megatakan, luapan Sungai Batanghari mulai dari hulu di daerah Kabupaten Merangin hingga ke hilir di Kota Jambi sudah mulai surut.

Namun tinggi muka air Sungai Batanghari yang berada pada kisaran 13,30 meter masih di atas batas normal. Bahkan di di wilayah hilir Sungai Batanghari yakni Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Timur luapan Sungai Batanghari masih tinggi.

“Kendati banjir mulai surut menyusul turunnya debit Sungai Batanghari, Jambi masih tetap siaga banjir karena curah hujan masih berpeluang tinggi. Bila hujan turun deras kembali di daerah hulu Sungai Batanghari, yakni di Kabupaten Kerinci dan Merangin, banjir bisa kembali naik,” katanya.

Dijelaskan, banjir yang melanda sembilan kabupaten dan satu kota di Provinsi Jambi satu bulan terakhir menyebabkan 134.041 jiwa penduduk Jambi menjadi korban. Hampir 50 persen korban banjir di daerah itu mengungsi karena 38.286 unit rumah mereka terendam banjir. Kemudian kegiatan sekolah juga banyak terganggu karena 86 unit sekolah terendam.

“Banjir juga merendam 22 unit puskesmas dan 33 unit rumah ibadah. Kerugian akibat banjir di Jambi diperkirakan mencapai ratusan miliar. Sedangkan korban tewas akibat banjir di daerah ini satu bulan terakhir tercatat 4 orang,”katanya.

Sementara itu Gubernur Jambi, Zumi Zola ketika menyerahkan bantuan kepada korban banjir di beberapa desa di Muarojambi, Senin (20/3) meminta BPBD provinsi, kabupaten dan kota di Jambi benar-benar mendistribusikan seluruh bantuan kepada korban banjir. Zumi Zola mengharapkan agar semua korban banjir mendapat bantuan yang disalurkan pemerintah maupun para dermawan. Baik itu bantuan uang, makanan, pakaian dan obat-obatan.

"Saya sengaja turun ke lokasi banjir dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang dilanda banjir untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka. Saya berharap tidak ada korban banjir yang tidak mendapat bantuan. Selain itu saya juga meminta seluruh perusahaan kelapa sawit, kehutanan dan industri lainnya turut membantu korban banjir," ujarnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT