10 Hari Berlalu, KPK Masih Tunggu Polisi Bekuk Peneror Novel Baswedan

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba untuk menjalani perawatan di RS Jakarta Eye Center, Jakarta, 11 April 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Fana Suparman / WBP | Jumat, 21 April 2017 | 19:39 WIB

Jakarta- Serangan teror dengan air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan terjadi pada Selasa (11/4) atau telah berlalu 10 hari. Namun, hingga saat ini, kepolisian belum juga mengungkap bahkan membekuk peneror terhadap Novel. KPK hingga saat ini masih menunggu penanganan kasus yang dilakukan kepolisian.

"Ya kita berharap beberapa hasil investigasi hasil olah TKP atau hasil pemerikaan yang dilakukan oleh tim dari kepolisian bisa menghasilkan sesuatu," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/4).

Febri menyatakan, KPK hingga saat ini masih menunggu identifikasi yang dilakukan kepolisian terkait peneror Novel. Bahkan, Febri berharap, pihak kepolisian mampu mengungkap dan membekuk dalang aksi teror ini.

"KPK masih menunggu saat ini dari identifikasi tersebut siapa pihak yang diduga menjadi pelaku penyerangan dan tidak berhenti sampai di sana, dan siapa yang menjadi dalang di balik serangan tersebut, motifnya apa atau kaitannya secara persis seperti apa?," ungkapnya.

Menurut Febri pengungkapan kasus teror ini bukan hanya menjadi harapan KPK, tapi juga masyarakat dan keluarga Novel. "Saya kira itu bukan hanya harapan dari KPK, itu juga harapan dari pihak keluarga dan publik tentu saja," katanya.

Febri meyakini pihak kepolisian mampu mengungkap kasus ini. Apalagi, Presiden Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut kasus ini, dan kepolisian pun telah membentuk tim khusus. "Tentu saja perintah dari Pesiden Jokowi kepada Kapolri dan kemudian Kapolri sampai membentuk tim khusus itu menunjukkan concern terhadap penanganan kasus ini dan kami masih tunggu sampai saat ini. Kami berharap dalam waktu dekat ada informasi yang signifikan yang disampaikan," ungkapnya.

Novel diketahui diteror oleh dua orang tak dikenal dengan disiram air keras usai menjalani shalat subuh di masjid sekitar rumahnya, Selasa (11/4). Akibat peristiwa ini, dua kelopak mata dan kening Novel mengalami luka serius. Novel sempat dirawat di ICU RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC) hingga akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura pada Rabu (12/4) untuk dirawat intensif.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT