Ilustrasi korupsi.

KPK Tetapkan Mantan Anak Buah Jero Wacik Tersangka

Ilustrasi korupsi. (ist)

Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Kepala Bidang Pemindahtanganan Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara (Kabid PPBMN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Sri Utami sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait sejumlah kegiatan fiktif di Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian ESDM tahun 2012. Penetapan ini merupakan pengembangan perkara yang telah menjerat mantan Menteri ESDM Jero Wacik dan mantan Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno.

"KPK menetapkan SU (Sri Utami) PNS di Kementerian ESDM sebagai tersangka. Dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait sejumlah kegiatan fiktif di Sekretariat Jenderal di Kementerian ESDM tahun anggaran 2012 kpk menetapkan satu lagi tersangka, yaitu SU PNS di Kementerian ESDM," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/4).

Sri Utami selaku koordinator Kegiatan pada Satuan Kerja Setjen Kementerian ESDM bersama-bersama Waryono Karno diduga melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri orang lain atau korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam sejumlah kegiatan di Setjen Kementerian ESDM.

Beberapa kegiatan tersebut, yakni sosialisasi kegiatan sektor ESDM mengenai BBM bersubsidi, kegiatan sepeda sehat dalam rangka sosialisai hemat energi tahun 2010, serta kegiatan perawatan kantor Setjen ESDM tahun anggaran 2012.

Dalam dakwaan terhadap Waryono Karno, Sri disebut menerima uang hingga Rp 2,39 miliar. Selain itu, Sri juga disebut-sebut berperan mengatur pengumpulan uang dari sejumlah kegiatan di Setjen Kementerian ESDM dan menyalurkannya ke sejumlah pihak. Akibatnya, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga sekitar Rp 11 miliar. "SU diduga mengatur pengadaan dan menerima komisi sehingga diduga kerugian keuangan negara sekitar Rp 11 miliar," ungkapnya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Sri Utami disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, Jero Wacik telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara serta denda Rp 300 juta. Selain itu, Jero juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 5 miliar subsidair 2 tahun. Sementara Waryono divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta serta diminta membayar uang pengganti Rp 150 juta subsidair 3 bulan penjara.



Suara Pembaruan

Fana Suparman/WBP

Suara Pembaruan