Wapres JK: Indonesia Bukan Negara Islam

Jusuf Kalla (Antara/Siswowidodo)

Oleh: Anselmus Bata / AB | Jumat, 19 Mei 2017 | 14:18 WIB

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan meskipun Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tetapi Indonesia bukan negara Islam. Dengan dasar negara Pancasila, negara mengakui adanya enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. 

Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum bertema "Islam Jalan Tengah: Pengalaman Indonesia" di Pusat Studi Kajian Agama Islam University of Oxford, Inggris, Kamis (18/5) malam.

"Dasar negara kami adalah Pancasila, yang menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama," kata Wapres Jusuf Kalla di hadapan ratusan peserta kuliah umum.

Di bawah prinsip Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia mengedepankan keberagaman yang menjunjung toleransi dan perdamaian di antara banyak kelompok di Tanah Air.

Wapres menjelaskan agama Islam datang ke Indonesia dengan penuh kedamaian melalui imam sufi, perdagangan, serta perkawinan, dan bukan dengan paksaan maupun perang. Oleh karena itu, Islam di Indonesia berkembang secara damai.

"Penyebaran Islam melalui imam sufi dan pedagang Arab yang membaur dengan kebudayaan dan kearifan lokal menjadikan Islam di Indonesia sebagai 'Islam Jalan Tengah' atau wasatiyah," kata Jusuf Kalla. 

Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla juga meminta Inggris dan negara-negara Eropa menghormati putusan pengadilan di Indonesia yang menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

Sesaat sebelum kuliah umum dimulai, sempat terjadi aksi protes oleh satu warga keturunan Indonesia di Inggris bernama Mariella. Dia melancarkan protes menyusul hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama.

Menurutnya, keputusan hakim di Indonesia bertentangan dengan materi kuliah umum yang disampaikan Jusuf Kalla di Oxford.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT