Raja dan Ratu Swedia Akan Temui "Viking" Indonesia i

Bobotoh, suporter Persib Bandung

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / FMB | Jumat, 19 Mei 2017 | 14:29 WIB

Jakarta – Pimpinan monarki Swedia, Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 22-24 Mei 2017. Raja dan ratu Swedia akan mengunjungi tiga kota sekaligus yaitu Jakarta, Bogor, dan Bandung.

Keduanya akan membawa sekitar 60 delegasi bisnis dari 35 perusahaan Swedia serta perwakilan pemerintah, salah satunya Menteri Infrastruktur Swedia Anna Johansson.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog, mengatakan kunjungan raja dan ratu Swedia adalah sarana untuk semakin memperkenalkan kekayaan dan potensi kedua negara, serta memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Agenda raja dan ratu Swedia sangat padat, serta tidak hanya bernuansa formal, tetapi banyak acara informal dengan masyarakat.

“Ini adalah kunjungan kenegaraan pertama kedua negara, ini momen sangat penting,” kata Johanna di Kedutaan Besar Swedia di Jakarta, Kamis (19/5).

Raja Gustaf dan Ratu Silvia akan memulai rangkaian kunjungannya pada Senin (22/5) dengan mengikuti upacara penyambutan oleh Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Kerja di Istana Bogor.

Selanjutnya, kedua tamu negara itu akan bertolak ke Center for International Forestry Research (CIFOR) di Bogor, yaitu lembaga penelitian kehutanan yang memang diketuai oleh warga Swedia, Peter Holmgren.

Pada Selasa (23/5), atau sehari setelah bertemu Presiden Jokowi, keduanya akan menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Mereka juga akan mengunjungi Kota Tua sekaligus melihat sejumlah museum. Di hari yang sama, keduanya juga dijadwalkan memiliki program terpisah.

Raja Gustaf akan hadir pada acara Hackhaton yang digelar oleh perusahaan Swedia, Ericsson, yaitu lomba membuat solusi teknologi informasi (TI) untuk mengatasi kemacetan Jakarta, sesuai konsep Jakarta Smart City. Lomba ini akan diikuti oleh 50-60 mahasiswa dari empat universitas ternama Indonesia. Kemudian, raja Swedia juga akan hadir dalam pertemuan bisnis bertajuk “Indonesia Sweden Executive Forum”.

Sementara itu, Ratu Silvia dijadwalkan akan hadir dalam seminar yang diikuti oleh para pekerja seni, mode, dan wirausaha di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang. Ratu juga akan mengunjungi anak-anak Komunitas Perpustakaan Manggarai dan mengikuti diskusi dengan para pengambil kebijakan di Indonesia, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, dengan tema “Mengakhiri Kekerasan pada Anak”.

Seperti diketahui, Ratu Silvia memang memiliki perhatian besar kepada isu anak-anak dan lansia. Sedangkan, suaminya, Raja Gustaf merupakan seorang penggiat lingkungan hidup dan kehutanan.

Rangkaian kunjungan raja dan ratu Swedia akan berakhir di Bandung. Pada Rabu (24/5), keduanya akan bertolak dari Jakarta ke Bandung dengan menaiki kereta api. Mereka akan disambut oleh Wali Kota Ridwan Kamil (RK). Bersama RK, Raja Gustaf dan Ratu Silvia akan disajikan acara unik yaitu berjalan-jalan di Alun-alun Kota Bandung, bertemu tim sepak bola Bandung (Persib) beserta fansnya yang dikenal dengan sebutan Viking. Nama Viking berasal dari sebutan untuk para pejuang skandinavia (Swedia, Norwegia, Denmark) zaman dahulu. Rombongan lalu mengunjungi Museum Asia Afrika, dan terakhir mengikuti acara di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Johanna, Swedia sebenarnya sudah hidup di dalam masyarakat Indonesia lewat produk-produknya seperti bis TransJakarta Scania, toko piranti rumah tangga IKEA, Tetra Pack, atau Oriflame. Ditambah sejumlah teknologi buatan Swedia seperti Skype, bluetooth, dan Spotify.

“Kunjungan ini diharapkan bisa memperkuat hubungan perdagangan, serta memperdalam hubungan politik dan antarbudaya kedua negara,” ujar Johanna.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT