Wakil Ketua DPR Minta Isi Medsos Disaring i

Ilustrasi media sosial.

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / CAH | Jumat, 19 Mei 2017 | 22:24 WIB

Jakarta - Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, menilai perlu dilakukan penyaringan atau filterisasi terhadap isi media sosial (medsos) yang cenderung memecah belah bangsa. Sebab, media sosial saat ini sudah terlalu bebas dan dikhawatirkan isu-isu memecah belah bangsa, saling hujat dan fitnah, semakin berkembang.

"Perlu difilter tanpa harus memberangus hak berbicara. Jadi, ini lebih kepada konteks untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," kata Taufik Kurniawan, Jumat (19/5).

Menurut dia, saling fitnah dan hujat akan mendorong membuat stigmatisasi isu intoleransi, permasalahan suku, agama, ras dan antargolongan. Pada saatnya, juga akan mempengaruhi radikalisme semakin berkembang.

Bagi dia, itu membuktikan perkembangan teknologi dan informasi juga banyak berdampak negatif. Dan awam memang hal yang dia sebut sebagai transformasi kultural itu tak dihadapi dengan persiapan bagus oleh banyak negara di dunia. Lebih berbahaya lagi, kata Taufik, karena ada potensi semua orang bisa memanfaatkan perkembangan teknologi ke arah negatif.

Dia mengaku mendapatkan kesimpulan itu setelah berkeliling ke wilayah di Indonesia. Di tingkat Akar Rumput, tak ditemuinya permasalahan intoleransi.

"Saya sudah keliling Indonesia, termasuk Indonesia bagian timur dan menemukan tidak ada itu masalah intoleransi," katanya.

Artinya, intoleransi itu hanya ada di media sosial. Maka tak boleh dibiarkan berkembang agar tak terjadi perpecahan bangsa.

"Jadi harus ada upaya kuat supaya perkembangan dan penggunaan teknologi dan informasi tidak digunakan sebebas-bebasnya tanpa kendali dan merusak bangsa," kata Taufik.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT