Taruna Akpol.

Kasus Tewasnya Taruna Akpol, 35 Saksi Diperiksa

Taruna Akpol. (Antara)

Semarang- Jumlah saksi yang diperiksa terkait kematian Brigadir Dua Taruna Mohammad Adam bertambah menjadi 35 orang. Sebelumnya polisi memeriksa 21 taruna senior, yang diduga menganiaya dan berada di tempat kejadian perkara saat terjadinya penganiayaan.Namun, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Saksi yang kami periksa menjadi 35 orang. Kami juga menyita dua barang bukti di lokasi kejadian, yakni kopel atau sabuk dan tongkat plastik sepanjang 20 sentimeter. Kedua benda itu ditemukan di flat A, TKP yang selama ini dijadikan sebagai gudang," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova saat dikonfirmasi, Sabtu (20/5) pagi.

Djarod mengatakan, peristiwa penganiayaan terjadi saat 22 taruna tingkat II yang tergabung dalam Korps HIT (Himpunan Indonesia Timur) diminta menghadap para seniornya. Alasan pemanggilan karena korban dan beberapa rekannya dianggap melakukan kesalahan.

Akibat penganiayaan, korban kesakitan, kejang, dan pingsan. Korban dibawa ke RS Akpol namun, dia mengembuskan napas terakhir di sana, pada Kamis dini hari pukul 02.45 WIB.

"Hasil autopsi, korban tewas dengan luka di kedua paru-parunya. Paru-paru kanan dan kiri luka karena tekanan kuat. Korban pingsan dan tewas akibat gagal napas dan kekurangan oksigen," ujar Djarod.

Dari luka luar, pada tubuh korban terdapat memar di dada tengah, kiri, dan kanan. Brigdatar Adam masuk dalam satuan enam, pengiriman dari Polda Maluku.

Alumnus SMA Negeri 29 Jakarta itu tercatat sebagai warga Jalan Penghulu, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Adam merupakan putra pasangan Asiandri Umar dan Adria Nova.





Suara Pembaruan

Stefi Thenu/PCN

Suara Pembaruan