Gelar Pasar Murah, Sarmuji Gandeng BI i

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, M Sarmuji berpidato di sela-sela acara pasar murah yang digelar di Blitar, Jawa Timur, Minggu, 18 Juni 2017.

Oleh: Yustinus Paat / AO | Senin, 19 Juni 2017 | 14:20 WIB

Tukungagung - Di bulan Suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, M Sarmuji menggelar pasar murah di Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (18/6). Pasar murah digelar dalam rangka untuk menjaga inflasi serta menekan harga-harga kebutuhan pokok yang saat ini mulai merangkak naik.

Tak hanya itu, acara yang ditempatkan di Pasar Ngantru, Tulungagung tersebut, juga digelar pertukaran uang baru untuk masyarakat umum. Masyarakat sekitar pun sangat antusias untuk datang ke acara tersebut dan memanfaatkannya untuk menukarkan uang lama ke mobil Bank Indonesia yang disediakan panitia.

Sarmuji mengatakan, acara yang digelar di Pasar Ngantru mulai pukul 14.00 itu sukses dilaksanakan. Hal itu dibuktikan dengan antusiasme masyarakat sekitar yang berbondong-bondong datang untuk membeli paket sembako murah. Bahkan, banyak masyarakat umum yang turut memanfaatkan jasa penukaran uang hasil kerja sama dengan Bank Indonesi itu.

“Masyarakat sangat senang. Kalau dilepas begitu saja tanpa pengaturan, pasti membludak. Oleh karena itu, kami memberikan kupon agar mereka lebih teratur,” ujar Sarmuji.

Politisi Partai Golkar itu menggelar pasar murah di dua lokasi, yakni di Blitar dan Tulungagung. Sementara, sembako yang disediakan untuk Tulungagung sekitar 2.000 paket. Setiap paket berisi, antara lain beras, gula, dan minyak goreng.

Pasar murah tersebut digelar untuk menjaga inflasi. Acara seperti itu membantu masyarakat yang berdampak dalam menekankan harga-harga kebutuhan pokok yang saat ini mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Ini juga bisa mengontrol harga dagangan para pedagang. Secara tidak langsung, keberadaan pasar murah ini memberi pesan jika kebutuhan bahan pokok dapat dipenuhi dengan baik," katanya.

Selain pasar murah, katanya, panitia juga membuka jasa penukaran uang baru yang dilakukan langsung oleh BI. Penukaran uang itu bertujuan agar masyarakat mengetahui kalau pemerintah telah mengeluarkan pecahan uang baru 2016. Petugas dari BI juga memberikan sosialisasi langsung agar masyarakat bisa membedakan uang asli dan palsu.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT