Molornya RUU Pemilu Tak Hanya Berdampak ke KPU i

Ilustrasi KPU

Oleh: Yustinus Paat / WBP | Senin, 19 Juni 2017 | 15:04 WIB

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan menegaskan bahwa keterlambatan pengesahan RUU Pemilu tidak hanya berdampak pada penyelenggara pemilu khususnya KPU, tapi juga pada stakeholder pemilu lain.

"Molornya RUU Pemilu ini tidak hanya berdampak ke KPU, tetapi juga stakeholder pemilu yang seperti pemilih, partai politik dan calon legislatif atau presiden, termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum," ujar Viryan di Jakarta, Senin (19/6).

Sebagai peserta pemilu, kata Viryan, partai politik berkepentingan mengetahui aturan yang bisa memastikan parpol bisa menjadi peserta pemilu dan bisa mengajukan calon. Begitu juga dengan bakal calon, harus mengetahui syarat yang dipenuhi agar bisa menjadi calon legislatif atau presiden.

"Pemerintah dan aparat hukum juga pasti terkena dampak dengan RUU Pemilu ini khususnya dari segi kesiapan anggaran dan keamanan serta keadilan pemilu" terang dia.

Lebih lanjut, Viryan mengatakan dampak nyata molornya pengesahan RUU Pemilu terhadap KPU adalah keterbatasan waktu persiapan. Pertama, persiapan dalam rangka penyusunan tahapan, jadwal, program dan anggaran Pemilu 2019.

"Kedua, perencanaan penyusunan aturan turunan UU Pemilu. Ketiga, fungsi-fungsi pelayanan yang diberikan KPU kepada publik dan keempat, terkait kegiatan yang tahapan dan non-tahapan," jelas dia.

Viryan mencontohkan dampak molornya pengesahan RUU Pemilu dengan kegiatan non-tahapan, seperti pengembangan kelembagaan KPU baik kesekretariatannya maupun jumlah komisionernya.

"Sekarang kan memang belum pasti, nanti setelah diputuskan baru menjadi pasti. Tetapi, tentunya penambahan komisioner KPU bakal bisa memengaruhi konsolidasi organisasi KPU nantinya" ungkap dia.

Secara teknis, lanjut dia, RUU Pemilu sangat berpengaruh terhadap persiapan KPU. Banyak poin-poin di RUU Pemilu yang perlu diatur dan disumulasikan lagi secara teknis agar ada formula yang tepat dan tidak membingungkan masyarakat.

"Dampaknya sangat luas. Tergantung poin-poin UU Pemilu nanti. Kita akan menginventarisasi dulu, apa dampak teknisnya dari pengaruran-pengaturan di RUU Pemilu," pungkas dia.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT