Hak Angket KPK Dinilai Cacat Moral

Ilustrasi KPK. (Antara)

Oleh: Fana Suparman / FER | Senin, 19 Juni 2017 | 17:22 WIB

Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menilai, hak angket yang digulirkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah cacat. Tidak hanya secara hukum, hak angket yang bertujuan mendesak KPK membuka rekaman pemeriksaan dan BAP mantan anggota Komisi II dari Fraksi Hanura, Miryam S Haryani ini juga cacat secara politik dan moral.

"Kami sejak awal melihat Pansus ini cacat hukum, cacat secara politik dan moral," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6).

Menurut Dahnil, hak angket yang diusulkan Komisi III DPR ini tak lebih dari upaya pelemahan terhadap KPK secara sistematis. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta KPK tidak perlu memenuhi permintaan dan panggilan Pansus. Pemuda Muhammadiyah, kata Dahnil, mendukung KPK secara moril dan politik terkait hak angket ini.

"Kami lihat, terang angket ini adalah upaya perlemahan sistematik kepada KPK. KPK tidak perlu datang kalau diundang. Kami siap backup KPK. Secara moral dan politik kami ada di belakang KPK," tegasnya.

 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT