Panglima: TNI Siap Bantu Tanggulangi Terorisme Sesuai UU

Gatot Nurmantyo. (Antara)

Oleh: Novi Setuningsih / PCN | Senin, 19 Juni 2017 | 22:31 WIB

Jakarta- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa TNI siap melaksanakan Undang-Undang. Termasuk, ketika tentara dilibatkan lebih spesifik untuk menanggulangi masalah terorisme, dalam revisi UU 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme.

"Saya bilang TNI itu aparatur negara yang patuh hukum. Apa pun yang sudah jadi UU pasti dipatuhi oleh TNI karena panglimanya TNI adalah UU," tegas Gatot dalam acara buka puasa bersama di Plasa Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/6) malam.

Sebagaimana diketahui, pembahasan revisi UU Antiteror tak kunjung usai sejak tahun 2016. Salah satu penyebabnya adalah tarik ulur perihal pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme. Padahal, masalah terorisme terus membayangi di balik teror bom.

Untuk itu, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sudah meminta pelibatan TNI dalam penanggulangan teror di Tanah Air. Bahkan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga menganggap keterlibatan TNI memang sangat dibutuhkan. Terutama, dalam operasi pengejaran pelaku teror yang pernah terjadi di Poso, Sulawesi Selatan.

Terkait pelibatan TNI, dalam Pasal 30 ayat (1) UUD memang disebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Kemudian, ayat (2) menyebutkan bahwa dalam usaha pertahanan dan keamanan negara dilakukan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Kepolisian sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Selanjutnya, pada ayat (3) disebutkan bahwa TNI sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi dan memelihara keutuhan serta kedaulatan negara.

Sedangkan, peran TNI dalam mengatasi terorisme sangat jelas di atur dalam Pasal 7 ayat 1 dan 2 UU TNI.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT