Penjelasan Grab Indonesia Terkait Suspend Ratusan Pengemudi

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata. (Beritasatu Photo/ Herman)

Oleh: Herman / FER | Selasa, 27 Juni 2017 | 22:59 WIB

Jakarta - Sekitar 100 orang pengemudi GrabCar pagi tadi melakukan unjuk rasa di depan kantor Grab Indonesia yang berlokasi di Maspion Plaza, Pademangan, Jakarta Utara. Mereka protes karena tiba-tiba diberhentikan sementara atau akunnya sebagai mitra Grab dinonaktifkan (suspend).

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menyampaikan, seluruh mitra pengemudi GrabCar yang diberhentikan sementara tersebut telah terbukti bersalah melakukan perbuatan curang atau fraud yang melanggar kode etik mitra pengemudi Grab. Perbuatan fraud yang dilakukan oleh sebagian kecil pengemudi ini menurutnya telah merugikan penumpang yang dilayani dan juga merugikan ribuan pengemudi lainnya.

"Tim fraud kami telah melakukan penyelidikan menyeluruh sebelum kami melakukan tindakan yang diperlukan dengan pemberhentian sementara pengemudi yang bersangkutan dari sistem kami," papar Ridzki Kramadibrata dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (27/6).

Ridzki menjelaskan, pihak Grab juga menyediakan berbagai jadwal dan jalur komunikasi bagi para mitra pengemudi yang ingin mendapatkan penjelasan dan penyelesaian dari pihak Grab mengenai permasalahan ini. Tetapi sebagian dari mitra pengemudi malah melakukan aksi demonstrasi yang hampir berujung tindakan anarkis.

"Sebagian dari mitra pengemudi memilih untuk berkumpul secara tidak sah dan hampir melakukan tindakan anarkis di Maspion Plaza, yang membuat kami harus segera membubarkan, yang mana diminta juga oleh manajemen gedung," tuturnya.

Ridzki menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas bagi Grab dan merupakan pilar dari seluruh kegiatan operasional dan layanan Grab. Selain itu, Grab juga senantiasa berupaya untuk meningkatkan aspek keselamatan para penumpang dan pengemudi secara keseluruhan mulai dari operasional, pelatihan pengemudi hingga teknologi.

"Kami telah menerapkan penegakan disiplin secara ketat melalui kode etik pengemudi, di mana seluruh pengemudi Grab wajib menaati seluruh ketentuan yang tercantum dalam kode etik tersebut. Grab tidak akan segan untuk menindak tegas pengemudi yang melakukan pelanggaran, termasuk memberikan sanksi berupa pemberhentian sementara maupun pemutusan kemitraan," tegasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT