Oknum Polisi Terlibat Jaringan Narkoba Internasional

ilustrasi (istimewa)

Oleh: Arnold H Sianturi / JAS | Minggu, 16 Juli 2017 | 13:42 WIB

Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) masih melakukan pemeriksaan dalam rangka pengembangan atas sembilan anggota sindikat narkoba jaringan internasional yang dua di antaranya tewas ditembak di Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (15/7) malam.

Dari sembilan orang yang ditangkap itu, seorang di antaranya ternyata oknum polisi anggota polisi Polairud Serdang Bedagai, Aiptu Suheryanto. Petugas mengamankan barang bukti 44 kilogram (kg) sabu-sabu, senjata api jenis revolver berisi peluri, tiga unit mobil dan empat sepedamotor.

Menurut Deputi BNN, Irjen Pol Arman Depari, bandar narkoba yang tewas ditembak adalah Bambang Julianto dan Moh Syafii alias Panjul alias Boy. Keduanya ditembak petugas karena berusaha memberikan perlawanan saat ditangkap di Perbaungan.

"Bambang sebagai bandar, sedangkan Boy sebagai pemasok barang terlarang ini dari Malaysia. Keduanya ditembak di bagian dada. Barang haram ini diangkut menggunakan kapal nelayan menuju perairan di Pantai Cermin di Serdang Bedagai. Diduga, masih ada jaringan lainnya," katanya.

Arman memaparkan, tersangka lainnya selain Suheryanto sebagai pengendali lapangan, juga ditangkap Samsul Bahri (pembawa barang dari Malaysia), Sahidul Saragih (kurir), Heri Agus Marzuki (kurir), Rovvi Syahriandi (kurir), Eddy Sahputra Sirait (kurir), Ayaradi (pembawa barang dari Malaysia), dan Untung (Ceker).

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi polisi jika terlibat dalam kasus narkoba. Ancaman terberat dari penangkapan terhadap oknum polisi itu adalah pemecatan dengan tidak hormat.

"Keterlibatan oknum polisi ini diketahui setelah dilakukan proses pemeriksaan. Dia mengaku sudah enam bulan terlibat dalam sindikat tersebut. Kasusnya tetap diproses sesuai dengan prosedur hukum.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT