Bupati Anas Minta Maaf soal Aturan Diskriminatif di SMPN 3 Genteng

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengajak sarapan Yenima Swandina Alfa, pelajar non-muslim yang sempat terganjal dengan adanya aturan memakai jilbab di SMPN 3 Genteng, Senin (17/7) pagi. (Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Senin, 17 Juli 2017 | 10:29 WIB

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengajak sarapan Yenima Swandina Alfa, pelajar non-muslim yang sempat terganjal dengan adanya aturan memakai jilbab di SMPN 3 Genteng, Senin (17/7) pagi. Aturan inisiatif pimpinan sekolah tersebut, telah dibatalkan oleh Anas.

"Pagi ini saya undang yang bersangkutan untuk sarapan pecel rawon bersama. Ada bapaknya juga, Pak Timotius. Saya sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah daerah, karena bagaimana pun SMPN adalah lembaga di bawah pemda. Mari kita jaga bersama-sama kerukunan umat beragama di Banyuwangi. Saling menghargai kuncinya," ujar Anas.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, berfoto selfie bersama Yenima Swandina Alfa, pelajar non-muslim yang sempat terganjal dengan adanya aturan memakai jilbab di SMPN 3 Genteng, Banyuwangi, Senin (17/7) pagi.

Bupati berusia 43 tahun ini menginstruksikan, tak ada lagi sekolah yang menerapkan aturan yang berpotensi mendiskriminasi siswa berdasarkan latar belakang agama, suku, dan ras.

Permasalahan ini, sambung Anas, harus menjadi pelajaran bagi seluruh aparatur sipil negara. Tidak hanya yang terkait bidang pendidikan, tapi juga semua bidang.

"Berjilbab untuk pelajar muslim tentu tidak masalah, tapi tidak boleh dipaksakan kepada pelajar yang beragama selain Islam. Aturan sekolah tidak boleh mendiskriminasi, harus memberi ruang yang sama tanpa memandang perbedaan SARA," kata Anas.

Anas pun kembali meminta semua pihak bisa saling menghormati perbedaan. "Saya harapkan keberagaman kita ini menjadi keunggulan untuk membangun daerah, bukan menjadi penghambat," tambahnya.

Terkait pimpinan sekolah yang membuat aturan diskriminatif, Anas telah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah-langkah.

"Dinas Pendidikan mengkaji model peringatan dan pembinaannya. Minimal peringatan keras. Saya juga minta Dinas Pendidikan untuk melakukan review semua aturan sekolah, jangan sampai ada yang keluar dari norma kebangsaan kita," tambahnya.

Sementara itu, orangtua Yenima, Timotius Purno Ribowo, berterima kasih atas respons Bupati Anas. "Sebenarnya saya sudah tidak ada masalah dengan hal ini, tapi saya terharu dengan perhatian Pak Anas," kata Timothius.

Dalam kesempatan itu, Anas memberikan motivasi kepada Yenima yang bercita-cita menjadi bidan. "Harus serius ya belajarnya. Semoga terwujud cita-citanya menjadi bidan," kata Anas yang disambut senyum malu-malu Yenima.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT