Selama 2 Tahun Terakhir, Polri Telah Tetapkan 336 Tersangka Terorisme

Polisi bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketika diadakan penggeledahan rumah terduga teroris berinisial SM di Singosari, Malang, Jawa Timur, 19 Juni 2017. (Antara/Ari Bowo Sucipto)

Oleh: Hotman Siregar / FMB | Senin, 17 Juli 2017 | 15:28 WIB

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut sudah ada 31 kasus terorisme dari 2015 sampai Juni 2017. Dari jumlah kasus itu sebanyak 336 telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Selama 2 tahun terakhir terjadi lone wolf. Mereka teradikalisasi melalui internet, ada online training cara menyerang, membuat bom dan lain-lain," ujar Kapolri saat rapat kerja denga Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Senin (17/7).

Kapolri menjelaskan, modus terorisme belakangan ini agak berbeda dengan fenomena bom Bali. Sehingga untuk kasus terorisme kunci utama adalah kekuatan intelijen.

"Melakukan upaya pencegahan dengan penangkapan. Nah, sekarang dengan fenomena lone wolf kita perkuat siber kita mengawasi aktivitas dunia maya," ucapnya.

Polri juga gencar melakukan langkah-langkah untuk menekan sistem komunikasi pelaku teror dengan melakukan kontraterorisme di dunia maya.

"Ini namanya perang di dunia maya. Mereka melakukan dan menyebut cyber jihad, cyber terorism. Kita harus melakukan cyber counter terorism di samping kegiatan kontra radikalisasi untuk mencegah masyarakat yang rentan terkena terpengaruh radikal," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT