Dukung KPK Selidiki JICT, Pekerja Gelar Aksi Damai

Pekerja Serikat Pekerja JICT melakukan gerakan aksi damai mendukung KPK melakukan penyelidikan perihal pelanggaran dalam perpanjangan kontrak operator Pelabuhan Tanjung Priok di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Juli 2017. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / AB | Senin, 17 Juli 2017 | 18:30 WIB

Jakarta - Sebagian pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) melakukan aksi damai menyampaikan pendapat perihal konsesi perpanjangan anak perusahaan Pelindo II itu di depan gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Sekjen Serikat Pekerja JICT, Firmansyah mengatakan kedatangan mereka ke Gedung KPK untuk mendukung Pansus Angket Pelindo II DPR yang datang memberikan fakta perihal konsesi JICT.

"Kita berharap pimpinan KPK mendengarkan secara langsung fakta-fakta yang disampaikan anggota DPR serta perwakilan manajemen JICT yang datang ke gedung KPK ini," ujarnya.

Ia menyebutkan hasil audit investigatif dari BPK menunjukkan perpanjangan kontrak JICT menyalahi sejumlah aturan dan merugikan negara. Akibat perpanjangan kontrak, negara mengalami kerugian Rp 4,08 triliun atau Rp 1,2 triliun per tahun.

Menurutnya, perpanjangan kontrak tersebut juga dilakukan tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham. Selain itu, pemilihan Hutchison sebagai pemegang konsesi serta pemberian valuasi yang dilakukan Deutsche Bank untuk meloloskan Hutchison, telah mencederai proses perpanjangan kontrak sesuai prosedur.

"Kami mendukung penyidik KPK untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai perpanjangan kontrak perusahaan yang merupakan aset penting dan strategis dari Indonesia," tegasnya. 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT