Begini Orang Gerindra Melihat Peluang Prabowo-AHY

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi keynote speaker di Asian Pacific Confrence (ASPAC) JCI 2017 di Ulaabaatar, Mongolia. ()

Oleh: ‎ Markus Junianto Sihaloho / JAS | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:12 WIB

Jakarta - Anggota Fraksi Gerindra di DPR RI menyampaikan pandangannya soal kemungkinan diusungnya pasangan Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019 mendatang. Hal itu disebut mungkin saja terjadi, walau kepastiannya belum bisa diambil sekarang.

"Semua serba mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin. Tapi semua akan sangat tergantung pada hasil survei dan keputusan Pak Prabowo," kata Supratman Andi Agtas, legislator dari Partai Gerindra, Kamis (27/7).

Diakuinya, pendaftaran pasangan capres-cawapres 2019 masih lama. Tapi, komunikasi antarparpol memang harus dilakukan sejak dini. Namun dia menyatakan keputusan pasti belum akan diambil dalam waktu dekat. "Semua masih cair," imbuhnya.

Anggota Fraksi Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria, mengakui bahwa koalisi Gerindra-Partai Demokrat sangat potensial terjadi. Bagi pihaknya, Demokrat adalah partai yang pantas diperhitungkan.

"Dan kami Gerindra akan senang apabila bisa sama-sama berkoalisi dengan Demokrat, dengan PKS, dengan PAN," kata dia.

Diakuinya, sangat dini bila langsung bicara figur yang akan diusung oleh koalisi itu, termasuk pasangan Prabowo-AHY. Sebab semua parpol punya mekanisme dalam menentukan calon presiden atau calon wapres. Misalnya, harus melalui survei dan hasilnya menunjukkan hal bagus.

"Semua pasti akan melihat soal integritas, kompetensi, akseptabilitas, akuntabilitas. Termasuk hasil-hasil survei akan menjadi pertimbangan kita semua sebagai partai," kata Riza.

Dengan demikian, sangat dimungkinkan Prabowo berkoalisi atau berpasangan dengan siapa saja di pemilu berikutnya. Pintu masih terbuka lebar, sebutnya. Nama-nama seperti AHY, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Zulkifli Hasan, Shohibul Iman, maupun dengan calon yang diusung oleh PDI Perjuangan sekalipun.

Namun ketika ditanya bagaimana Gerindra memandang sosok AHY, Riza Patria mengatakan, secara pribadi, dirinya melihat putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sebagai sosok pemuda baik serta cerdas.

"Ke depan punya potensi jadi pemimpin bangsa. Saya kira seperti itu. Dan, banyak pemuda lainnya yang punya potensi," kata Riza Patria.

"Ya ke depan itu kan bisa 2019, bisa 2024, bisa 2029. Panjang ya. Masih muda kan masih panjang."

Riza meminta agar pertemuan SBY-Prabowo dilihat sebagai hal biasa, ketua ketua umum parpol melakukan silaturahmi dan komunikasi. Keduanya takkan sekadar bicara soal koalisi parpol, namun juga berbagai masalah bangsa.

"Kan tentu kontribusi pemikiran, gagasan, ide sangat diperlukan. Tidak hanya saling tukar pikiran untuk kepentingan masing-masing partai," katanya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT