Prabowo-AHY di Pilpres 2019?

Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono. (B1/Danung)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / AB | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:56 WIB

Jakarta - Rencana pertemuan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto memunculkan spekulasi kemungkinan kedua parpol ini berkoalisi pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Lalu, siapa yang hendak dipasangkan?

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto, di Jakarta, Kamis (27/7), Prabowo memang ingin mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) pada pilpres mendatang. Sedangkan Partai Demokrat, sesuai hasil rakernas di Lombok, memutuskan untuk mengusung capres atau cawapres pada Pilpres 2019.

Berdasarkan perolehan kursi di DPR, saat ini Gerindra memiliki 73 kursi, sedangkan Demokrat 61 kursi. Bila kedua partai berkoalisi, total perolehan kursi di DPR mencapai 134 kursi atau melampaui syarat mengajukan capres dan cawapres sesuai UU Penyelenggaraan Pemilu, yakni minimal 112 kursi DPR (20 persen).

Apakah itu berarti kedua parpol bakal mengusung Prabowo-AHY?

Menurut Agus Hermanto, saat ini Prabowo masih ngebet menjadi capres, sementara Partai Demokrat memang ingin menyiapkan calon pemimpin di masa mendatang. Dalam konteks itu, kader muda partai menginginkan AHY menjadi calon pemimpin berikutnya. Bahkan, dorongan serupa juga disampaikan kalangan muda di luar Partai Demokrat.\

"Banyak yang mengharapkan (AHY)," kata Agus Hermanto.

‎Namun, lanjutnya, keputusan tentang siapa yang akan diajukan dalam Pilpres 2019 akan diambil oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Semuanya masih dalam tahap komunikasi politik," katanya. 

Sementara itu, Syarief Hasan yang juga menjabat wakil ketua umum Partai Demokrat menyatakan banyak hal yang akan dibicarakan oleh SBY dan Prabowo. Misalnya, masalah ekonomi, kemiskinan meningkat, daya beli masyarakat menurun, politik, pertahanan-keamanan, hingga hubungan luar negeri. ‎

"Kita sekarang menyamakan visi dan misi, bagaimana membangun bangsa ke depan lebih bagus. Yang jelas ini untuk kepentingn rakyat," kata Syarief.

Namun, Syarief menyebutkan pertemuan tersebut bukan untuk membahas koalisi pencalonan presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019, meski kedua partai berpeluang untuk berkoalisi. 

"Yang penting ada kebersamaan," ujar Syarief.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT