Waketum Demokrat Bantah SBY Pecat Prabowo

Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto (Antara/Kiki/HO)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / JAS | Selasa, 1 Agustus 2017 | 16:40 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Agus Hermanto, membantah pernyataan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) takkan mungkin mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Alasan SMRC karena SBY pernah terlibat dalam pemecatan Prabowo saat di militer.

"Rasanya kabar itu tidak betul ya. Pak SBY tidak pernah memecat Pak Prabowo," kata Agus Hermanto, Selasa (1/8).

Memang dalam sebuah surat yang beredar di 2014, Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ABRI memecat Prabowo Subianto dari kemiliteran. Alasannya adalah keterlibatan dalam peristiwa penculikan aktivis di era 1997-1998.

Tapi bagi Agus Hermanto, hal itu tak demikian adanya. Sebab SBY dan Prabowo sangat akrab, khususnya dalam pertemuan keduanya beberapa waktu lalu.

"Sehingga tidak ada itu permasalahan seperti itu. Rasanya yang memberikan kabar itu enggak benar. Belum diklarifikasi," kata Agus.

"Pada saat Pak Prabowo masih di militer kan Pak SBY juga belum jadi presiden. Presidennya mungkin masih yang lain, barangkali siapa."

Kata Agus, seingat dan sepengetahuan dirinya, tidak ada kejadian pecat-memecat antara SBY dengan Prabowo.

"Menurut saya kabar itu tidak valid, bisa saja ditelusur kembali karena sepengetahuan saya tidak pernah terjadi," tandasnya.

Agus justru melihat bahwa pihaknya dengan Gerindra akan berkomunikasi dengan intens ke depan. Sehingga rencana apa pun yang mereka kerjakan bisa diformulasikan dengan baik.

Baginya, bukan hanya dengan Gerindra, komunikasi pihaknya dengan partai lainnya yang menolak UU Pemilu harus dilakukan. Apalagi saat ini sudah mendekati waktu-waktu pemilu legislatif dan pemilu presiden. Seluruh partai politik harus selalu berkomunikasi, terutama yang mempunyai visi dan misi yang sama.

"Demokrat tentunya sangat interes, sangat senang diajak berkomunikasi. Begitupun juga dengan partai-partai yang lain misalnya dengan PAN, PKS, dan dengan siapa saja tentunya kami terbuka secara luas," ujarnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT