Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap momentum kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bisa digunakan dengan baik. Hal itu dikatakan Jokowi menilik pada hasil survei Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada 13 Juli lalu yang menempatkan Indonesia pada peringkat pertama untuk kategori Trust and Confidence in National Goverment.
Indonesia menempati persentase tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintahnya sebesar 80 persen pada 2016 lalu bila dibandingkan pada tahun 2007 yang hanya di angka 28 persen.
“Saat ini adalah momentum kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Dalam survei OECD, kepercayaan masyarakat di Indonesia melampaui negara maju dan berkembang lainnya seperti Swiss, India, Luksemburg, Norwegia, Kanada, Amerika Serikat, hingga Prancis,” tutur Jokowi dalam sambutan di acara Rapimnas Hanura di Bali, Jumat (4/8).
“Kepercayaan dan momentum in harus kita gunakan jangan sampai di dalam negeri ada pesimisme, padahal masyarakat luar memandang kita dan iri dengan pertumbuhan serta kepercayaan yang diberikan masyarakat,” lanjutnya.
Presiden tidak ingin masyarakat terjebak pada rasa pesimisme yang dibuat sendiri.
“Seharusnya yang dibangun adalah optimisme publik sehingga harapan ke depan terus optimistis,” tambahnya.
Sumber: BeritaSatu.com
