Kartu Inafis
Kalau mau gratis dapat kartu Inafis, diubah dulu PP 50/2010.

Mabes Polri mengaku sewot dengan kritikan atas biaya Rp35.000 untuk pembuatan sidik jari dalam pengurusan kartu Indonesian Automatic Fingerprint System (Inafis).

Padahal tarif itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 50/2010 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pasalnya, dana yang termasuk PNPB itu langsung dibayarkan ke negara melalui BRI bukan ke kas polisi.

"PNBP itu masuk ke kas negara bukan masuk kas kantor polisi karena biaya itu langsung disetorkan kepada bank yang telah ditunjuk yaitu BRI. Supaya gratis, PP 50/2010 itu harus diubah lebih dulu," kata Kabag Penum Polri Kombes Boy Rafli Amar di Mabes  Polri, Rabu (25/4).

Bukankah proyek semacam ini rawan korupsi? "Itu kan berburuk sangka, suudzon. Kita membangun itu harus optimis. Proses yang terkait pengadaan barang dan jasa semua ada ketentuan yang mengatur. Kalau kita berpikir secara negatif bagaimana kita mau maju?," tanyanya.

Saat ini kartu Inafis, karena masih uji coba, memang masih gratis. Tapi nantinya memang harus membayar untuk mendapatkan kartu Inafis.

Dulu, sebelum ada kartu Inafis, setiap masyarakat yang akan membuat SIM, SKCK, dan lainnya yang terkait sidik jari, mereka akan diminta mengecapkan sidik jarinya secara manual dalam  formulir yang disebut formulir AK-23.

Nah, kartu Inafis lebih modern karena sidik jari yang diambil di alat pemindai akan dimasukan dalam chip yang akan ditanam di dalam kartu Inafis.

Selain itu kartu juga akan berisi tempat tanggal lahir, kebangsaan, agama, nomor KPT, pendidikan terakhir, nama ayah-ibu, termasuk warna kulit, dan bentuk muka.

Pelayanan pembuatan kartu Inafis yang sudah dimulai di Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda DIY, Polda Jateng, dan Polda Jatim akan dievaluasi.

Pernyataan itu menyusul gelombang kritik yang menyatakan jika kartu yang biaya pembuatannya Rp35 ribu itu akan memberatkan masyarakat kendati pemasukan yang diterima Polri bakal masuk kas negara.

Untuk pengembangan kartu Inafis, Polri sudah membeli alat pengambilan sidik jadi yang sudah di pasang di 41 titik senilai Rp28,3 miliar. Sejauh ini sudah sekitar 2.000 kartu Inafis yang dikeluarkan dan masih digratiskan.



Penulis: