Nurul Arifin Ingin Jadi Ibu Semua Warga Kota Bandung

Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin (Istimewa)

Oleh: Carlos KY Paath / JAS | Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:58 WIB

Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini Nurul Arifin siap maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Bandung, Jawa Barat, (Jabar) pada 2018. Nurul ingin mencetak sejarah menjadi wali kota perempuan pertama di Bandung.

“Saya siap, karena melihat juga satu peluang di Kota Bandung, belum pernah ada sejarahnya wali kota perempuan. Kemudian dalam kandidasi juga pernah ada calon wali kota perempuan,” kata Nurul saat pertemuan pengurus Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Rabu (9/8).

Nurul berjanji tak sekadar menjadi pemimpin di Bandung. “Konsep saya, saya tidak ingin menjadi pemimpin Kota Bandung, tetapi ibu bagi semua warga kota bandung. Supaya berbeda dengan para pria sebelumnya,” ujarnya.

Dia juga berkomitmen meneruskan pembangunan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang sudah baik. “Mungkin membuat pembangunan itu lebih menyebar. Membangun mulai dari wilayah perbatasan atau pinggiran,” imbuhnya.

Dia mengaku belum mengetahui calon wakil wali kota yang bakal mendampinginya. Sebab, beberapa partai politik (parpol) sedang melakukan konvensi dan penjaringan. “Jadi kami masih menunggu dan dari Golkar sendiri akan diputuskan awal September keluar SK (surat keputusan),” ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ini dirinya terus mengunjungi langsung masyarakat untuk menjaring aspirasi. Dengan begitu, menurutnya, program kerja lebih mudah disusun, karena sesuai keinginan masyarakat. “Yang saya dapat masukan selama kurang lebih dua bulan jalan ini, memang pada umumnya mereka menginginkan ada pembangunan yang tidak terpusat tapi lebih menyebar,” tuturnya.

“Kemudian juga menginginkan adanya pembangunan infrastuktur lain, pengendalian banjir, masalah sampah, dan penyediaan lapangan kerja. Saya belum bikin detailnya.”

Dia tak mempunyai strategi komunikasi khusus. “Karena saya orang Bandung ya jadi secara kulturnya juga sudah mengerti. Jadi tidak terlalu sulit lah karena istilahnya saya cuma pulang ke rumah,” tandasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT