Isu Reshuffle Buat Beberapa Pihak Abai Etika Politik

Ilustrasi Reshuffle Kabinet (Beritasatu.com)

Oleh: Carlos KY Paath / YUD | Rabu, 9 Agustus 2017 | 19:59 WIB

Jakarta – Wacana reshuffle atau perombakan kabinet mulai menguat. Ditambah, beberapa politikus berupaya bermanuver memojokkan menteri tertentu.

Menurut Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, terdapat tiga menteri yang terkesan diincar untuk disingkirkan dari Kabinet Kerja. Tiga menteri itu yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri ESDM Ignasius Jonan serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

“Isu reshuffle membuat sebagian pihak yang ingin menggeser atau bernafsu menjadi menteri pun rajin menebar politik kotor melalui fitnah yang mengabaikan etika. Tengok saja yang dialami Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan, Ignasius Jonan Menteri ESDM yang diterpa berbagai fitnah dan Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Dahnil, Rabu (9/8).

Dia menyatakan, ruang publik dipenuhi dengan kabar-kabar bohong atau hoax. Ditegaskan bahwa kehidupan sosial politik dikotori oleh kurangnya etika politik. Karenanya, penting bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuntaskan rencana reshuffle.

“Untuk menghindari tambahan polemik kotor di ruang sosial politik kita. Kebisingan politik Indonesia yang cenderung tidak produktif ini terang mengganggu dan menghabiskan energi positif Indonesia untuk pembangunan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini Nurul Arifin mengatakan, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. “Reshuffle itu hak prerogatif Presiden,” kata Nurul di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Rabu (9/8).

Apabila memang ada reshuffle, dia berharap, hal tersebut berdampak positif untuk masyarakat. “Kalaupun ada reshuffle, semoga sesuai dengan target yang diinginkan Presiden dan bisa memberikan lebih banyak kebaikan bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT