DPR Sesalkan Peristiwa Tewasnya Siswa SD di Sukabumi

Ilustrasi siswa sekolah dasar. (Antara)

Oleh: Yustinus Paat / AO | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 23:45 WIB

Jakarta - Ketua komisi VIII DPR Muhammad Ali Taher Parasong menyesalkan peristiwa tewasnya seorang pelajar berinisial SR yang bersekolah di SDN Longkaweng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Siswa itu dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya diduga terlibat pertikaian dengan temannya beberapa hari yang lalu di sekolahnya.

"Saya mengucapkan duka yang mendalam terhadap korban dan semoga orangtua korban yang ditinggalkan dapat tabah. Saya juga menyesalkan peristiwa tersebut karena menimpa pada anak di bawah umur dan terjadi di dunia pendidikan. Peran orangtua ke depan harus lebih maksimal dalam membentuk karakter anak," kata Ali Taher di Jakarta, Sabtu (12/8).

Politisi PAN itu menilai ada yang salah dalam dunia pendidikan di Indonesia mengingat kekerasan di dunia pendidikan saat ini sudah terjadi di semua tingkatan sekolah, baik dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. "Pemerintah harus mengevaluasi dan hadir secara nyata, tidak hanya memberikan anggaran dari APBN sebesar 20% dalam ruang pendidikan, namun juga harus mengedepankan pendidikan agama dan akhlak dalam dunia pendidikan," tegas dia.

Ali Taher menjelaskan bahwa selama ini Pemerintah hanya mengejar kuantitas dan kualitas pendidikan, namun tidak memperhatikan nilai-nilai agama, sosial, budaya, dan perhatian terhadap perlindungan kepada anak didik di dunia pendidikan. "Saat ini perkembangan zaman semakin maju. Anak didik mudah meniru adegan atau membuka konten kekerasan dan menirunya melalui internet. Oleh karena itu, pendidikan agama perlu diperkuat dalam lingkup pendidikan pada saat ini," imbuh dia.

Ali taher menegaskan, agar peran masyarakat dan pemerintah melalui para pembantunya, yaitu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Agama, Menteri Sosial, Mendikbud, serta Menristekdikti untuk dapat saling bersinergis. Selain itu, perlu dilakukan upaya komunikasi dan kordinasi untuk menciptakan dunia pendidikan yang berkemajuan dan berakhlak agar program pendidikan di indonesia dapat lebih komprehensif dan memiliki nilai religius tanpa meninggalkan nilai nilai budaya.

"Sudah saatnya kita memajukan dunia pendidikan yang maju, berakhlak dan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman di dunia pendidikan dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan kultur budaya, sehingga generasi bangsa ke depannya dapat memiliki kepribadian yang baik dan terciptanya mutu pendidikan yang berkualitas serta mampu bersaing dengan negara lain," pungkas dia.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT