Survei: Elektabilitas dan Popularitas Deddy Mizwar Tertinggi

Deddy Mizwar. (Antara/Agus Bebeng)

Oleh: Yustinus Paat / JAS | Minggu, 13 Agustus 2017 | 16:06 WIB

Bandung - Menjelang masa pemilihan kepala daerah Jawa Barat pada tahun 2018 mendatang, Fokus Survei Indonesia (FSI) melakukan survei terhadap para tokoh yang masuk dalam bursa calon gubernur.

Direktur Executive FSI, Andi Muhammadyah menyampaikan, para tokoh yang berhasil dihimpun dalam survei ini adalah Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, anggota DPR Dede Yusuf, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa, istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Netty Prasetyani Heryawan, anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka dan Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal.

Mengenai hasil survei tokoh yang paling dikenal masyarakat Jawa Barat, Deddy Mizwar meraih angka tertinggi dengan tingkat popularitas 93,7 persen, disusul Rieke Dyah Pitaloka dengan tingkat popularitas 85,1 persen. Selanjutnya, Dede Yusuf dengan popularitas 81,7 persen. Sementara, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menempati posisi keempat dalam tingkat kepopuleran sebesar 67,9.

"Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meraih tingkat popularitas sebanyak 64,7 persen. Disusul dengan Agung Suryamal yang dikenal sebanyak 54,1 persen dan Iwa Karniwa dengan 53,4 persen. Lalu di urutan akhir ada nama Netty Prasetiani dengan tingkat popularitas sebesar 52,1 persen," ujarnya.

FSI juga melakukan survei soal elektabilitas para tokoh di masyarakat Jawa Barat dan diperoleh hasil bahwa 39,4 persen responden memilih Deddy Mizwar. Dia memiliki elektabilitas tertinggi dengan alasan yang dominan bahwa pemeran Naga Bonar ini dianggap bisa memimpin Jawa Barat dengan baik.

Soal elektabilitas ini, kata Andi, urutan kedua survei didapat oleh Dedi Mulyadi yang dipilih 13,3 persen masyarakat, disusul Rieke Dyah Pitaloka dengan 10,7 persen.

"Nama Dede Yusuf mendapat perolehan 7,4 persen responden, kemudian Ridwan Kamil yang sempat melejit namanya melalui pemberitaan media, ternyata hanya dipilih 6,2 persen responden. Lainnya, hasil survei menunjukkan bahwa Agung Suryamal 4,6 persen, Iwa Karniwa 3,7 persen, dan Netty Prasetiani dengan 3,1 persen pemilih. Dalam hal ini juga ada 11,6 persen masyarakat yang belum memilih," ungkap Andi

Survei soal tingkat integritas yang dilakukan FSI kepada masyarakat Jawa Barat memperoleh hasil sebesar 87,9 persen mempercayai Deddy Mizwar sebagai tokoh yang mempunyai integritas. Selanjutnya ada Dedi Mulyadi yang mencatat 81,2 persen. Kemudian Rieke Dyah Pitaloka dipercaya masyarakat Jawa Barat memiliki integritas, sebanyak 72,3 persen.

"Selanjutnya ada nama Iwa Karniwa yang secara mengejutkan dengan 64,3 persen melewati Ridwan Kamil yang mendapat 63,2 persen masyarakat. Lalu ada nama Agung Suryamal sebesar 60,4 persen dan di posisi akhir Netty Prasetiani sebesar 51,7 persen dipercaya masyarakat memiliki integritas," papar Andi.

Dalam temuan survei tentang penerimaan para tokoh (akseptabilitas) di mata masyarakat Jawa Barat, kata dia, Deddy Mizwar hampir bisa diterima oleh masyarakat dengan total 90,1 persen responden yang menjawab. "Selanjutnya Dede Yusuf dengan 79,5 persen dan Rieke Dyah Pitaloka dengan 79,3 persen responden," kata Andi melanjutkan.

"Tingkat akseptabilitas untuk Dedi Mulyadi mendapat 78,7 persen, Iwa Karniwa dengan 65,1 persen, Agung Suryamal dengan 62,7 persen dan terakhir Netty Prasetiani dengan 52,3 persen responden," pungkas dia.

Menurut Andi, FSI melakukan survei menjelang 10 bulan Pilgub Jabar untuk mengukur popularitas, integritas, akseptabilitas, kapabilitas serta elektabilitas para tokoh yang paling layak memimpin Jawa Barat 2018-2023 menurut penilaian masyarakat Jawa Barat.

Andi menjelaskan, survei ini dilakukan dengan menggunakan populasi warga Jabar yang terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014 dan yang mempunyai hak pilih dalam Pilpres 2014. Populasi sebanyak 33.045.101 pemilih dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 2.178 responden. Dengan margin of error plus-minus 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Para responden terpilih ini diwawancara tatap muka menggunakan kuesioner dan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara yang terlatih. Sementara, pengambilan data surveinya sendiri dilakukan pada 22 Juli sampai 2 Agustus 2017," jelas dia.

Dari hasil survei, kata Andi menunjukan bahwa 67,7 persen responden mengetahui akan adanya Pilgub Jabar 2018 dan sisanya 32,3 persen belum mengetahui. Di samping itu, kata dia, hasil temuan survei 32,1 persen masyarakat Jawa Barat menyatakan perekonomian keluarga mereka dalam lima tahun sedikit meningkat dan 49,3 persen menyatakan keadaan ekonomi mereka pas-pasan. Lalu 18,6 persen masyarakat menyatakaan sedikit sulit.

"Dalam survei soal kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, survei FSI menemukan bahwa 79,4 persen masyarakat Jawa Barat puas dengan kinerja dan pelayanan pemerintah Jawa Barat. Lalu 10,7 persen kurang puas dengan kinerja Pemprov Jabar dan 9,9 persen tidak puas dengan pelayanan Pemprov Jawa Barat," kata dia.

 (YUS)




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT