Puan Maharani Sebut Pertemuan Elite Bangsa Berlangsung Santai

Presiden (ketiga kiri) dan Ibu Iriana Joko Widodo (kedua kiri) berfoto bersama (kiri ke kanan) Presiden ke-3, BJ Habibie, Presiden ke-4, Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Ibu Ani Yudhoyono, di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2017. (Setpres/Agus Suparto)

Oleh: Carlos KY Paath / CAH | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 07:34 WIB

Jakarta – Pertemuan elite bangsa di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8), berlangsung penuh kekeluargaan. Hal tersebut dapat menjadi momentum positif.

“Suasana santai sekali, cair dan momentumnya perayaan 17 Agustus. Enggak ada hal-hal berat,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/8). “Suasana kekeluargaan, keberagaman dan kerukunan menciptakan suasana kondusif bahwa 72 tahun Indonesia ini bisa memberi warna bahwa kita seharusnya melakukan sesuatu untuk Indonesia,” ujar Puan.

Diketahui, Presiden RI ketiga BJ Habibie, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan tokoh-tokoh lainnya menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8).

“Sebenarnya kan kemarin itu hanya menjadi salah satu momentum bahwa kerukunan sangat penting dijaga dan ditunjukkan oleh seluruh pemimpin bangsa yang saat ini masih mempunyai pengaruhnya di republik ini. Sering-sering alhamdulilah kemudian bisa ditampilkan,” ungkap Puan.

Apabila memang tak selalu tampil bersama, dia berharap seluruh pemimpin tetap menjalin komunikasi. “Saya harapkan kalau tidak bisa tampil selalu bersama, ya jauh di mata dekat di hatilah, bahkan selalu yang disampaikan adalah apapun yang kita lakukan itu untuk Indonesia,” ucapnya.

Dia menambahkan, Indonesia harus mempunyai masa depan. “Gimana caranya? Salah satu contohnya menunjukkan sebagai pemimpin itu kita harus beri contoh teladan. Kita tidak boleh lupa apapun yang akan kita lakukan itu unutk masa depan Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menuturkan, pihaknya memang menyampaikan undangan untuk para presiden terdahulu. “Beliau-beliau sudah tahu akan ada penyelenggaraan ini. Kita juga memberi tahu dari awal. Seminggu terakhir (konfirmasinya),” kata Pratikno.

Dia memastikan bahwa undangan tersebut selalu dikirimkan setiap menjelang peringatan HUT Kemerdekaan. “Tentu saja senang. Kita sangat senang di acara mahapenting ini dihadiri beliau-beliau. Yang lebih menyenangkan lagi adalah momentum itu diapresiasi masyarakat luas,” tandasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT