600 Ton Beras Bulog Dicuri

Ilustrasi (Antara/Ampelsa)

Oleh: Stefi Thenu / YUD | Rabu, 23 Agustus 2017 | 07:15 WIB

Semarang - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengusut kasus dugaan pencurian 600 ton beras Bulog dari Gudang Randugarut, Semarang. Beras yang dicuri tersebut ditaksir senilai Rp 6 miliar.

Asisten Intelejen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Yakob Hendrik Pattipeilohy mengatakan, hasil pemeriksaan Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menemukan adanya modus pencurian dengan mengelabui tumpukan beras di bagian tengah.

"Tumpukan beras di gudang itu kan tinggi, oleh pelakunya di bagian tengah dikosongi dan agar tidak kelihatan, di sisi samping dan atas ditutupi karung-karung beras", kata Hendrik, Selasa (22/8).

Tim penyidik telah memeriksa lima orang sebagai saksi, dua diantaranya adalah kepala gudang dan juru timbang.

“Mereka kita periksa karena menjadi penanggung jawab stok beras di gudang", tegas Hendrik.

Kepala Bulog Divre Jawa Tengah Djoni Nur Ashari menjelaskan, terungkapnya kasus pencurian beras ini berawal dari informasi karyawan di gudang Bulog sendiri yang kemudian ditindaklanjuti oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) Bulog Divre Regional Jawa Tengah.

"Diawali dari laporan karyawan kami sendiri, karena kami menerapkan sistem Whistle Blowing System (WBS). Kemudian, kami tindak lanjuti lewat pemeriksaan oleh petugas Satuan Pengawas Internal", ujar Djoni.

Dari pemeriksaan SPI, ditemukan adanya praktik pencurian beras sebanyak 600 ton. Temuan itu pun kemudian dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Pihaknya mengkhawatirkan, modus korupsi atau pencurian beras ini juga terjadi di gudang Bulog di beberapa daerah di Jawa Tengah.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT