BNN: Bandar Malaysia Suap Petugas Rp 10 Miliar

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (kanan) bersama personel grup musik Slank Ivan Kurniawan Arifin (kiri) menunjukan barang bukti narkotika ganja sintetis di kantor BNN, Cawang, Jakarta, 18 Mei 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / YUD | Rabu, 23 Agustus 2017 | 11:29 WIB

Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menyebutkan ada bandar dan pemasok narkoba asal Malaysia yang hendak menyuap petugas dengan uang senilai Rp 10 miliar.

BNN disebutkan Buwas selalu menekankan nilai-nilai integritas kepada setiap anggotanya untuk tidak tergoda dengan iming-iming nilai finansial yang ditawarkan oleh pengedar narkoba.

Bahkan apabila ada anggota yang kedapatan atau terlibat mengedarkan atau meloloskan bandar narkoba selama ia bertugas sebagai anggota BNN, maka dirinya tidak akan segan-segan menangkap dan memenjarakan oknum anggota BNN itu.

"Kalau perlu kita tembak mati ditempat jika sudah terbukti menjadi mitra bandar dalam memasukkan narkotika ke Indonesia dan berupaya melawan petugas," ujar Komjen Pol Budi Waseso, Rabu (23/8) siang di halaman depan Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Untuk anggotanya yang tidak terpengaruh dengan peredaran narkoba saat menangkap jaringan narkoba yang hendak menyuap dengan sogokan uang, ia akan merekomendasikan untuk diberikan penghargaan khusus kepada atasan (Presiden).

"Coba bayangkan uang Rp 10 miliar itu sampai petugas itu pensiun juga tidak akan pernah dapat uang sebesar itu. Jadi godaan finansial ini merupakan tantangan terberat bagi petugas BNN di lapangan," ungkap Buwas bersama Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari.

Ia menyebutkan nilai sogokan secara langsung sebesar Rp 10 miliar saat anggotanya hendak menangkap dua warga negara Malaysia yakni Luh alias Ape dan CKH alias Ahoe di pos lintas batas Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat merupakan yang terbesar selama ini.

"Ada juga penyogokan secara tidak langsung kepada petugas, namun saya sudah instruksi atau tegas jangan ada anggota yang tergoda dengan uang yang ditawarkan sindikat beserta jaringannya," tandasnya.

BNN sendiri dalam dua kasus terakhir pada Agustus 2017 di Bengkayang dan Pantai Idi Cut, Aceh Utara menciduk pengedar narkotika dengan barang bukti seberat 57,54 kg narkotika jenis sabu.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT