Ilustrasi
Para tersangka terdiri dari perwira menengah dan delapan bintara.

Sebanyak sembilan anggota Brimob Polda Gorontalo ditetapkan sebagai tersangka penembakan anggota Kostrad. Para tersangka terdiri dari perwira menengah dan delapan bintara.
 
"Sembilan anggota Brimob sudah ditetapkan tersangka. Mereka yang menembak dan itu pelanggaran pidana. Peristiwanya sudah digelar oleh  petugas Propam Polri, Kostrad, Pandam Wirabuana, dan Direskrimum Polda  Gorontalo," kata Karo Penmas Brigjen Muhammad Taufik di Mabes Polri,  Jumat (27/4).
 
Para pelaku sementara ini sudah ditahan dan dikenakan pasal pidana. Mereka juga akan dikenakan pelanggaran profesi dan kode etik. "(Soal  pemecatan) kita tunggu proses sidang. Kita sekarang mempercepat  pemrosesan berkas mereka. Proses balistik juga sedang dilakukan,"  imbuhnya.
 
Mabes Polri bersama dengan Mabes TNI telah bergerak cepat untuk mencegah  konflik antara anggota Brimob dengan Kostrad yang berlangsung pada  Minggu, 22 April, berlanjut.
 
Kedua markas aparat keamanan itu bersepakat membuat enam kesepakatan untuk mencegah lanjutan dari konflik yang menyebabkan dua orang Brimob  dan enam orang Kostrad terluka itu.
 
Pertikaian ini berawal saat anggota Brimob yang sedang patroli melintas  di depan kantor PU Limboto. Mereka dilempari botol dan batu oleh  sekelompok orang. Akibatnya ada dua orang anggota Brimob yaitu Briptu  Sarifudin dan Briptu Asrul terluka di bagian kepala akibat lemparan itu.
 
Brimob yang marah ini kemudian menggelar razia. Buntutnya enam anggota  Kostrad yang terluka dalam kejadian itu termasuk Prajurit Dua Firman  Baso yang meninggal, Kamis, (26/4).

Penulis: