Warga Baduy menggelar ritual Seba di Pendopo Kantor Gubernur Banten di Serang, Sabtu (28/4). (Beritasatu.com/Ariel)
Ribuan warga Baduy menggelar ritual Seba di Pendopo Gubernur Banten.

Kantor Gubernur Banten digerudug warga Baduy yang datang dari Lereng Gudung Kendeng di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Sabtu (28/4).

Sebanyak 1.410 warga Baduy Luar tiba di Kantor Gubernur Banten, Serang dengan menumpang 38 truk sedang 76 lainnya merupakan warga Baduy dalam.

Warga Baduy Dalam menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk mengikuti upacara Seba Baduy Sabtu malam nanti.
 
Ritual Seba diadakan setehun sekali, sesuai penanggalan leluhur Baduy, ritual Seba sendiri berarti mendatangi atau bersilaturahim kepada pemimpin mereka yang tidak lain adalah Gubernur Banten

Ritual Seba akan digelar jam 19.00 WIB di teras gedung Gubernur.

Mereka akan memberikan persembahan hasil bumi kepada Gubernur Atut Chosiyah sebagai bentuk rasa terima kasih warga Baduy terhadap pemimpinnya.
 
Ritual ini akan di ikuti tetua adat Baduy mereka saling berhadapan dengan para penjabat provinsi Banten, maka usai ritual diadakan dialog, hampir

Perhelatan yang akan dipimpun para tetua Baduy itu meminta kepada Gubernur Banten untuk melestarikan hutan, menjaga dari pembalakan liar.

Menurut tetua adat Baduy Jaro Tangtu ketujuh atau Puun bernama Ayah Mursid, kali ini dia akan meminta kepada gubernur untuk mengakui agama warga Baduy yaitu Sunda Wiwitan untuk tertera dalam e-KTP.
 
"Kami ini warga Indonesia, kami ini adalah penduduk Indonesia. Kami hanya meminta kepada pemerintah pusat agar keberadaan kartu penduduk warga Baduy diakui pemerintah, terutama kami menganut agama Sunda Wiwitan, agama yang sudah turun menurun kami jalani," ujar Ayah Mursid.
 
Sebelumnya, warga Baduy ini melakukan acara ritual Seba di Pendopo Kabupaten Lebak, kemarin.

Mereka diterima Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya dan sempat menginap di kantor Bupati. Esok pagi, kaum Baduy Luar berangkat ke Serang menggunakan kendaraan truk, sedangkan untuk Baduy Dalam, berjalan kaki.

Bagi kaum Baduy Dalam, mereka melarang warganya untuk bepergian menggunakan kendaraan atau motor.

Kaum Baduy Dalam menempuh jarak 80 kilometer dari Kanekes menuju kota Serang.


Penulis: