Bakal Calon Gubernur Jabar Diminta Jaga Etika Politik

Ilustrasi Pilkada (Beritasatu.com)

Oleh: Fana Suparman / FER | Jumat, 8 September 2017 | 21:59 WIB

Jakarta - Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar), Ade Barkah, mengingatkan setiap bakal calon Gubernur Jabar untuk memegang teguh etika politik. Selain kepada calon konstituen, etika politik tersebut juga harus ditunjukan kepada Partai Politik.

Ade mengungkapkan, etika politik perlu dijaga untuk menyikapi dinamisnya konstelasi politik di Jabar.

"Etika harus dikedepankan. Jadi gak boleh datang ke setiap partai menawarkan posisi calon Wakil Gubernur. Itu sangat tidak etis, sangat tidak baik," kata Ade dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (8/9).

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat ini mengatakan, harapan yang disampaikan kepada setiap partai politik sangat rentan menciptakan komunikasi politik yang berjalan kaku. Tebar harapan ini juga menimbulkan keresahan politik dan menjadi penyebab utama kebuntuan komunikasi yang dibangun.

"Misalnya datang ke PPP minta tokohnya jadi wakil. Lalu datang ke Partai Demokrat minta tokohnya jadi wakil, gak lama berselang datang ke Golkar minta tokohnya jadi wakil. Jadi maunya sama siapa? Ini kan sama saja dengan Pemberi Harapan Palsu alias PHP," ungkapnya.

Ade menegaskan, konsolidasi politik di internah Partai Golkar saat ini masih terus berjalan. Ade mengungkapkan, Partai Golkar memiliki modal besar dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat. Apalagi, berdasarkan hasil survei, Partai Golkar menempati urutan pertama di Jawa Barat sebagai partai yang memiliki elektabilitas paling moncer.

"Elektabilitas partai kami cukup tinggi, kami siap menjaga kesolidan dari berbagai gangguan baik internal maupun eksternal," tegasnya.

Meski demikian, Ade berharap, kepada seluruh bakal calon Gubernur Jawa Barat menghormati institusi partai politik. Pihaknya tidak menginginkan di akhir perjuangan politik yang telah dijalani ada pihak di luar partai yang bersikap kurang hormat bahkan terkesan 'habis manis sepah dibuang' kepada partai.

"Jangan sampai andil partai politik dalam membesarkan nama para calon ini tidak dihargai, bahkan ditinggalkan setelah susah payah berjuang, kita ciptakan suasana kondusif dalam berdemokrasi saja," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT