Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Terus Meningkat

Presiden Joko Widodo bersama rakyat. (Antara)

Oleh: Yustinus Paat / AB | Selasa, 12 September 2017 | 12:16 WIB

Jakarta - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo terus meningkat selama tiga tahun memerintah, sejak 2015 sampai 2017. Hal ini ditunjukkan hasil survei nasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis Selasa (12/9) di auditorium CSIS, Jakarta.

Survei dilakukan terhadap 1.000 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi dengan penarikan sampel responden secara acak dengan metode multi-stage random sampling. Margin of error sebesar plus-minus 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo mengalami kenaikan dalam tiga tahun memerintah,: ujar peneliti politik dan hubungan internasional CSIS, Arya Fernandes saat memaparkan hasil survei.

Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja Jokowi pada 2015 sebesar 50,6 persen, kemudian naik pada 2016 menjadi 66,5 persen, dan terus naik menjadi 68,3 persen pada 2017. Kepuasaan publik, terutama terhadap tiga bidang utama, yakni bidang hukum, ekonomi dan maritim.

"Dibandingkan lima tahun lalu, kondisi perekonomian keluarga tidak banyak mengalami perubahan, begitu juga kondisi perekonomian secara umum. Namun, kondisi pembangunan dianggap sangat baik dibandingkan lima tahun yang lalu," kata Arya.

Sementara di bidang hukum, lanjut Arya, terjadi optimisme publik terhadap komitmen pemerintah dalam bidang-bidang hukum, seperti memperkuat KPK, mendorong reformasi di Kepolisian dan memberantas mafia peradilan. Hal serupa juga terjadi di sektor maritim.

"Optimisme publik di bidang maritim juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu dan kenaikan yang cukup signifikan terjadi di bidang pembangunan infrastruktur maritim seperti tol laut dan pelabuhan serta komitmen mewujudkan negara maritim yang besar dan memperkuat pertahanan maritim," katanya.

Arya juga menuturkan bahwa hasil survei menunjukkan bahwa publik cukup optimistis terhadap kemampuan pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sekitar 70 persen responden mengaku optimis Jokowi bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Tingkat optimisme masyarakat sangat tinggi terhadap pemerintah dalam kemampuan meningkatkan pembangunan infrastruktur. Sekitar 83,2 persen yang mengaku optimistis Jokowi bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Direktur Eksekutif CSIS Philips Vermonte menilai tingkat kepuasaan publik terhadap Jokowi tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi secara keluarga dan umumnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Menurut Philips, hal ini disebabkan tingginya tingkat kepercayaan publik terjada Jokowi.

"Trust masyarakat terhadap Pak Jokowi masih tinggi, sehingga mereka tetap puas dengan pemerintahan Jokowi meskipun secara ekonomi belum ada perubahan ekonomi yang signifikan," jelas Philips.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT