Rapat dengan Pimpinan KPK, Politisi Gerindra Hardik Saut Situmorang

Pimpinan KPK, antara lain ; Agus Rahardjo (dua kiri), Saut Situmorang (kiri), dan Basaria Panjaitan (kanan), menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin 11 September 2017. Rapat tesebut membahas sistem pengawasan terhadap pengelolaan dan manajemen aset hasil tindak pidana korupsi di KPK. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Hotman Siregar / JAS | Selasa, 12 September 2017 | 13:35 WIB

Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw menghardik Wakil Ketua KPK Saut Situmorang karena menganggap penjelasannya soal mekanisme Pengaduan Masyarakat (Dumas) di KPK ngelantur. Bahkan, Wenny sempat bersitegang dengan Saut karena merasa dirinya juga mantan penyidik.

"Saya mantan penyidik. Ini tidak begini kerja penyidik," hardik Wenny kepada Saut Situmorang saat rapat dengan pimpinan KPK di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).

Saut Situmorang pun melanjutkan penjelasannya soal mekanisme Dumas yang ditanyakan pimpinan sidang Benny Kabur Harman. Karena merasa belum selesai bicara, Wenny pun meluapkan kemarahannya dengan menghardik Saut.

"Diam dulu, dengar saya. Bukan begitu kerja penyidik," ucap Wenny dengan nada tinggi.

Menurut Wenny, proses penyidikan memiliki tahapan yang jelas. Sehingga Benny mempertanyakan tentang ada tidaknya buku petunjuk Dumas tersebut.

"Ada enggak buku petunjuk? Proses penyidikan tahapannya ada, Pak," kata Wenny.

Saut pun hanya terdiam atas hardikan Wenny. Rapat kemudian dilanjutkan pimpinan rapat Benny.

Rapat lanjutan hari ini digelar di ruang rapat Komisi III, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9). Rapat dimulai pukul 10.30 WIB.

Seluruh komisioner KPK hadir dalam rapat yakni Ketua Agus Rahardjo dan empat pimpinan lainnya yaitu Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, Laode M Syarif, dan Alexander Marwata.

Rapat dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi III yang juga merupakan anggota pansus angket ke KPK. Rapat kerja hari ini sangat kental dengan nuansa Pansus hak angket KPK.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT