Waspadai Gejala Suara Serak

Ilustrasi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. (Visualphotos)

Oleh: Indah Handayani / FER | Rabu, 13 September 2017 | 19:38 WIB

Jakarta - Suara serak kerap disepelekan sebagai gangguan yang biasa terjadi di masyarakat. Namun ternyata suara serak merupakan gejala penyakit, mulai dari infeksi virus hingga kanker laring.

Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan, kepala, dan leher serta konsultan laringofaeringologi RS Pondok Indah (RSPI) Group, dr Zainal Adhim SpTHT-KL (K) PhD, mengatakan, suara serak adalah setiap gangguan yang menyebabkan perubahan suara.

"Suara serak bukan merupakan suatu penyakit, tapi merupakan gejala penyakit," ungkap dr Zainal di sela media gathering RSPI di Jakarta, Rabu (13/9).

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan suara serak, yaitu infeksi, lesi jinak pita suara, vocal nodul, polip vocal cord, papiloma larinx, dan kanker laring. "Diantara seluruh penyebab tersebut, infeksi menjadi penyebab terbanyak dari terjadinya gangguan suara serak. Infeksi terdiri dari akut dan kronis," paparnya.

Menurut dr Zainal, infeksi akut paling sering disebabkan oleh laringitis, yaitu inflamasi yang menyebabkan pembengkakan jaringan-jaringan laring. "Biasanya ini diakibatkan oleh infeksi virus dan bakteri dan terjadi bersamaan dengan common cold," tambah dia.

Sedangkan untuk infeksi kroni, lanjut dr Zainal, disebabkan oleh adanya TBC laring. Faktor yang mempermudah terjadinya radang krnis ini adalah intoksikasi alkohol atau tembakau, inhalasi uap atau debu yang toksik, radang saluran napas dan penyalah gunaan suara.

Untuk membedakan antara suara serak akut dan kronis, hanya dibedakan pada lamaya suara serak berlangsung. Pada akut, hanya terjadi setelah 3 hari sampai 4 hari setelah terjadinya common cold dan bisanya bisa sembuh sendiri hanya dengan cukup beristirahat dan makan makanan bergizi. Sedangkan pada suara serak kronis, biasanya terjadi setelah dua bulan dan dibarengi dengan batuk yang lama.

"Oleh karena itu, apabila mengalami suara serak yang lebih dari dua minggu ada baiknya untuk memeriksa ke dokter. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat," pungkasnya.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT