Jabar Tetapkan Lahan KA Cepat Jakarta-Bandung

Ilustrasi Kereta Cepat (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / YUD | Rabu, 13 September 2017 | 21:00 WIB

Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah menetapkan lokasi pengadaan lahan proyek kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung pada 7 September 2017. Penetapan lokasi (penlok) itu disahkan dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat No.593/Kep.793-Pemksm/2017 tentang penetapan lokasi pengadaan tanah untuk pembangunan trase dan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung di wilayah Jawa Barat.

“Betul (Pemprov Jabar) sudah menerbitkan penlok pada 7 September 2017. Sudah diterima oleh PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China),” kata Komisaris PT KCIC Bintang Perbowo saat dihubungi, Rabu (13/9).

Untuk diketahui, pembangunan KA cepat Jakarta-Bandung termasuk dalam proyek strategis nasional yang ditegaskan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 58/2017 tentang perubahan atas Perpres No.3/2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

Dalam regulasi tersebut dinyatakan bahwa proyek strategis nasional yang yang dilaksanakan oleh badan usaha swasta, penyediaan tanahnya dilakukan dengan perolehan tanah berdasarkan kesepakatan dengan pemilik tanah. Namun, sebelum proses pengadaan, tanah lokasi proyek strategis nasional harus ditetapkan oleh gubernur.

Selanjutnya, tanah yang sudah ditetapkan lokasinya oleh gubernur, tidak dapat dilakukan pemindahan hak atas tanahnya oleh pemilik hak kepada pihak lain selain kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Disebutkan sebelumnya, keperluan lahan pembangunan trase dan stasiun KA cepat Jakarta-Bandung ditaksir sekitar 700 hektar. Adapun, lintasan moda transportasi umum ini bakal dibangun sepanjang 142,3 km dan melalui empat stasiun yang terletak di Halim Perdanakusumah, Karawang, Walini, dan Tegalluar.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT