Tertinggi di Survei CSIS, Sekjen PDIP Minta Kader dan Simpatisan Tak Cepat Puas

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi DPC-PAC se-Madura menghadapi Pilkada Serentak 2018 di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat, 11 Agustus 2017. (Istimewa/Asni Ovier/Istimewa)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / AB | Rabu, 13 September 2017 | 21:24 WIB

Jakarta - Survei terbaru yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (‎CSIS‎) ‎menempatkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tertinggi di antara partai politik (parpol) yang bakal mengikuti Pemilu 2019. Elektabilitas PDIP mencapai 35,1 persen atau lebih dari dua kali lipat elektabilitas Gerindra yang diprediksi menempati peringkat kedua dengan dukungan 14,2 persen.

Walau demikian, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Hasto Kristiyanto, meminta seluruh jajaran partai untuk tidak cepat berpuas diri.‎ Tradisi perbaikan kinerja Partai, pelembagaan kaderisasi kepemimpinan, dan pergerakan seluruh elemen partai di tengah rakyat, harus terus dilakukan.

‎"Survei hanyalah alat ukur. Kinerja partai yang sebenarnya ditentukan oleh pergerakan partai di tengah rakyat," katanya di Jakarta, Rabu (13/9).‎

Hasto juga menyinggung salah satu hasil survei yang menunjukkan 83 persen anggota PDI Perjuangan memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden untuk periode kedua. Hal tersebut merupakan modal bagi konsolidasi politik pemerintahan Jokowi. ‎Selain itu, kerja sama dengan seluruh parpol pendukung pemerintahan pun akan terus diperkuat.

‎Dengan solidnya dukungan tersebut, seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan memiliki kewajiban yang sama untuk mereplikasi program-program yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pada saat yang sama, lanjut Hasto, advokasi terhadap kepemimpinan Jokowi juga sangat penting. Misalnya, a‎dvokasi yang dilakukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ketika Jokowi diserang oleh isu yang tidak bertanggung jawab, seperti diktator ‎dan berbagai serangan yang terbukti tidak laku. Hal itu adalah contoh dukungan yang harus ditunjukkan oleh setiap kader partai.

"Terbukti rakyat mengapresiasi kepemimpinan Pak Jokowi yang terus bekerja dan berada di tengah rakyat. PDI Perjuangan sangat mengapresiasi kepemimpinan Pak Jokowi dengan tradisi blusukan-nya," kata Hasto.

Dengan berimpitnya persepsi rakyat terhadap Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan, DPP PDI Perjuangan terus menegaskan agar seluruh anggota, kader, dan simpatisan partai, untuk terus menyosialisasikan program Presiden Jokowi untuk Indonesia yang lebih baik. DPP PDIP selalu meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung partai seluruh anggota legislatif terus menggelorakan budaya kerja pantang menyerah dengan semangat gotong royong.

"Sebab itulah wujud dukungan efektif seluruh jajaran partai terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi," kata Hasto Kristiyanto.‎




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT