Jasa Marga Surabaya-Gempol Terapkan Pembayaran Non Tunai Bertahap

Petugas menawarkan kartu pembayaran non tunai dalam antrian kendaraan mamasuki gerbang tol dalam kota, Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa 12 September 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Amrozi Amenan / CAH | Kamis, 14 September 2017 | 19:49 WIB

Surabaya - Jelang diterapkannya aturan pembayaran non tunai untuk ruas jalan tol mulai 31 Oktober 2017 nanti, PT Jasa Marga cabang Surabaya-Gempol akan menerapkan aturan itu secara bertahap di beberapa ruas jalan tol yang dioperasikannya. Hal itu untuk menghindari kemacetan di beberapa pintu gerbang tol.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol, Teddy Rosady mengatakan untuk tahap pertama pembayaran non tunai tol akan diterapkan di Pintu Tol Satelit, Gunungsari 1 dan 2, Surabaya, Pintu tol Kejapanan, Sidoarjo dan Pintu Tol Gempol, Sidoarjo mulai 1 Oktober 2017.

Kemudian, disusul tahap kedua, yakni di Pintu Tol Dupak dan Banyu Urip 1 hingga 5, Surabaya pada 10 Oktober 2017 dan tahap ketiga di Pintu Tol Waru, Sidoarjo pada 17 Oktober 2017.

Selanjutnya, tahap keempat akan diterapkan pada semua pengguna jalan tol di Pintu Tol Sidoarjo 1 dan 2 pada 24 Oktober 2017. Dan pada 31 Oktober 2017 akan diberlakukan di Pintu Tol Suramadu (Surabaya-Madura).

”Penerapan secara bertahap ini bertujuan agar semua pengguna jalan tol di wilayah Jatim memiliki kartu untuk pembayaran transaksi nontunai,” kata Teddy di Surabaya, Kamis (14/9).

Teddy menegaskan kesiapannya menerapkan pembayaran nontunai ini untuk menyukseskan program pemerintah dalam gerakan nontunai.

"Kami dari Jasa Marga secara umum siap menerapkan aturan ini," tandasnya.

Humas Jasa Marga Tol Surabaya-Gempol, Agus Tri Antyo menambahkan pihaknya sudah menyiapkan pintu tol yang telah dipasang sistem alat pembayaran non tunai sebanyak 68 pintu, sisanya sudah terdapat alat tersebut dengan jumlah 30 pintu atau Gerbang Tol Otomatis (GTO).

"Kami sudah siap 100 persen menerapkan transaksi nontunai di setiap gerbang pintu tol Surabaya Gempol," katanya.

Rencana pemberlakuan pembayaran nontunai di seluruh gerbang tol di Jawa Timur juga mendapat dukungan dari perbankan nasional yang terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Jawa Timur. Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI), Titien Sumartini menyatakan mereka telah menyiapkan sekitar 200 ribu kartu nontunai.

“Jumlah kartu itu berdasarkan prediksi lalu lintas tol yang ada di Jatim," katanya.

Menurut Titien, jumlah kartu non tunai yang disiapkan tersebut sudah sangat mencukupi karena sistem yang akan diterapkan adalah dengan satu kartu bisa berfungsi di semua pintu tol. "Namun apabila setiap mobil mempunyai lebih dari satu tidak masalah," imbuhnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT