Prolanis Bantu Pasien Penyakit Kronis Kelola Kesehatan

Konferensi pers pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), di acara Media Gathering BPJS Kesehatan, di Bandung, 14 September 2017 (Beritasatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / FER | Kamis, 14 September 2017 | 21:53 WIB

Jakarta - Selain memberikan jaminan pelayanan kesehatan, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan juga memiliki beberapa program promotif dan preventif yang memberikan manfaat bagi peserta, salah satunya Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk peserta yang menderita penyakit kronis.

Sekretaris Utama BPJS Kesehatan, Afrizayanti memaparkan, Prolanis dikembangkan secara khusus di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), di mana mereka akan mengajak peserta penyandang Diabetes Melitus (DM) maupun Hipertensi untuk dapat bekerja bersama-sama dalam mengelola kesehatannya dengan baik.

"Melalui program Prolanis, harapannya penyandang penyakit kronis bisa mengelola kesehatannya dengan baik, agar kualitas hidup pasien tersebut tetap optimal, meskipun sedang menderita diabetes melitus ataupun hipertensi," kata Afrizayanti, di acara Media Gathering BPJS Kesehatan, di Bandung, Kamis (14/9).

Menurut Afrizayanti, program ini membutuhkan kerja sama yang komprehensif antara penderita dan keluarganya, FKTP serta BPJS Kesehatan. Tujuan utamanya agar penderita dan keluarganya dapat mengawasi kesehatan diri secara mandiri, sehingga tercapai keadaan yang baik dan stabil atas gangguan yang terjadi.

"Prolanis diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian peserta dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya komplikasi penyakit kronis, serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta Prolanis," tuturnya.

Terdapat tujuh aktivitas Prolanis yang dikembangkan, di antaranya konsultasi medis, senam Prolanis atau edukasi klub Prolanis, pemantauan status kesehatan berupa Pemeriksaan rutin setiap bulan, pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan (HbA1c), pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah (microalbuminuria, ureum, kreatinin, kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida), lalu terdapat kegiatan home visit, pelayanan obat, mentoring spesialis, dan reminder melalui SMS gateaway.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT