Eggi: Rizieq Pilih di Arab daripada Ditangkap

Eggi Sujana (kanan) (Beritasatu.com/Farouk Arnaz)

Oleh: Farouk Arnaz / HA | Kamis, 14 September 2017 | 22:38 WIB

Jakarta - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab menitip pesan jika dirinya lebih baik dihina dan dicaci dengan bertahan di Arab Saudi daripada pulang dan menimbulkan kisruh sesama saudara sebangsa.

Pesan itu disampaikan Rizieq melalui pengacaranya Eggi Sudjana yang baru pulang melaksanakan ibadah haji dari Arab Saudi.

"Pidana yang dituduhkan pada Habib Rizieq jelas hoax. Artinya tidak benar dan tidak ada satu pun yang dilakukan habib dalam pengertian chat sex dengan Firza," kata Eggi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Dia menambahkan kliennya dalam kondisi baik, dan kemudian mengutip pernyataan Rizieq lainnya: "saya lebih baik dihina seperti ini, lebih baik dikatakan penakut melarikan diri, itu lebih baik. Daripada gagah-gagahan kembali ke Indonesia kemudian saya ditangkap (polisi) kemudian terjadi kerusuhan kemudian bunuh-bunuhan. Jadilah bangsa kita ini pecah belah lagi."

Rizieq, masih kata Eggi, berharap jangan sampai satu tetes darah pun tumpah. Dia memilih dihina seperti ini tapi Indonesia aman, daripada kembali ke Indonesia tapi akan ada kerusuhan.

"Bandara akan ditutup karena ada jutaan orang sambut dia. Berdasarkan perhitungan ekonomi kalau bandara sampai ditutup ruginya Rp 9 triliun. Coba bayangkan apa kita mau begitu?" imbuh Eggi.

Eggi juga mengutip kalimat Rizieq bahwa kalau dia dinilai salah maka silakan tangkap dia di Arab Saudi, tetapi itu juga tidak dilakukan.

"Bahkan kapolri terakhir katakan tidak cukup alat bukti, akan diproses SP3. Itu yang ditunggu habib. Tapi semua bermuara pada Presiden Jokowi, apa presiden mau lihat bangsa dan negara ini aman dan tentram," tambahnya.

Rizieq berjanji dan sadar mau pulang kalau tidak ditangkap. Tapi kalau dia ditangkap menurut Eggi pasti akan rusuh dan ini tidak bisa dicegah oleh Rizieq sekalipun.

"Tak akan mampu cegah daya radikalisme para pengikutnya atau ada yang dompleng situasi itu. Jadi garansinya presiden. Kalau presiden katakan 'silakan habib pulang', semua dalam kondisi aman karena presiden adalah panglima tertinggi dari TNI dan Polri, jadi dia berhak katakan keadaan itu," tambahnya.

Kalau tidak ada pernyataan presiden maka Rizieq pun tidak akan pulang demi menjaga persatuan bangsa Indonesia, kata Eggi.

Seperti diberitakan dalam dugaan pornografi chat mesum itu Rizieq telah dijadikan tersangka bersama dengan Firza Husein.

Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sedangkan Firza disangka melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 UU yang sama.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT