KPU: Pendaftaran Parpol Dilakukan Sentralistik

Ilustrasi KPU (istimewa)

Oleh: Yustinus Paat / WBP | Jumat, 15 September 2017 | 17:28 WIB

Jakarta - Jelang pendaftaran dan verifikasi partai politik (parpol) peserta pemilu 2019, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asy'ari menyebutkan, pendaftaran parpol prinsipnya dilakukan secara sentralistik. Nantinya, pengurus parpol tingkat pusat menyerahkan dokumen persyaratan kepada KPU.

"Pada dasarnya, semua parpol yg berkehendak menjadi peserta pemilu hukumnya wajib mendaftar ke KPU. Mekanismenya ialah menyerahkan dokumen pendaftaran yang ditandatangani ketua dan sekretaris jenderal (sekjen) parpol atau sebutan lain kepada KPU RI," ujar Hasyim di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (15/9).

Saat pengurus parpol tingkat pusat mendaftar ke KPU di saat yang sama, pengurus parpol tingkat kabupaten/kota menyerahkan dokumen data anggota kepada KPU di level yang sama. Pada saat itu, KPU kabupaten/kota akan menerima data anggota berupa fotocopy Kartu Tanda Anggota (KTA) dan KTP elektronik.

"KPU provinsi pada proses ini tidak menerima berkas atau dokumen apa pun dari parpol. KPU provinsi dalam rancangan Peraturan KPU soal verifikasi parpol, hanya menjalankan supervisi dan monitoring. Quality control dijalankan oleh provinsi terhadap KPU kabupaten/kota," jelas dia.

Menurut Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019, pendaftaran parpol dan penyerahan syarat serta penerimaan kelengkapan dokumen persyaratan akan berlangsung pada tanggal 3-16 Oktober 2017.

Setelah proses pendaftaran, KPU akan melakukan penelitian administrasi dan memverifikasi persyaratan peserta pemilu. Verifikasi yang dilakukan, tambah Hasyim, ialah mengecek langsung kesesuaian berkas dengan fakta di lapangan terhadap kepengurusan dan kantor sekretariat parpol secara menyeluruh.

"Untuk verifikasi faktual keanggotaan parpol, kita akan menggunakan metode ilmiah sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, yakni metode sensus dan sampel acak sederhana," pungkas Hasyim.

Sebagaimana diketahui, KPU RI tengah menggelarkan Rapat Pimpinan dengan KPU provinsi/KIP Aceh seluruh Indonesia dengan tema Mewujudkan Pemilihan Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019 yang Berkualitas Melalui Konsolidasi Organisasi. Rapat ini dilakukan pada 12-15 September 2017, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT