Serangan Jantung, Bos First Travel Sidoarjo Meninggal

Kantor First Travel. (Antara)

Oleh: Aries Sudiono / JAS | Selasa, 19 September 2017 | 08:19 WIB

Sidoarjo - Penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo terpaksa menghentikan proses penyidikan kasus dugaan penipuan atau penggelapan biaya umrah ribuan korbannya atas saksi Kepala Cabang First Travel Sidoarjo, Rudy Hermanadi yang akan dinaikkan statusnya sebagai tersangka.

Polisi terpaksa menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) karena Rudy dilaporkan meninggal dunia secara mendadak akibat serangan jantung.

“Penyidik dalam minggu ini sebenarnya sudah menjadwalkan memanggil saksi Rudy sebagai tersangka tetapi karena yang bersangkutan meninggal dunia akibat terkena serangan jantung, ya kita harus terbitkan SP3,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris dalam keterangan persnya di Crisis Center Polresta Sidoarjo, Senin (18/9).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jumlah korban paket umrah yang ditawarkan Firts Travel Jakarta via cabang di Sidoarjo berhasil menggaet 2.502 orang calon jamaah umrah yang semuanya sudah melunasi biaya pemberangkatan sejak 2016 yang lalu.

Lebih lanjut dikemukakan, bahwa Rudy Hemanadi meninggal dunia di RS Premiere Bintaro, Tangerang. “Almarhum dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Praloyo, Lingkar Timur, Minggu (17/9) sore.

Terkait perkembangan penanganan kasus umroh First Travel Cabang Sidoarjo, pihaknya tetap menampung pengaduan warga yang belum melapor. Namun demikian, semuanya akan dilimpahkan ke Ditrekrim Mabes Polri. “Untuk para calon jamaah umrah First Travel di Sidoarjo, yang melaporkan agen lain bernama Imam, penanganan kasusnya juga kami limpahkan ke Mabes Polri.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT