Ilham Aidit: Paham Komunisme Sudah Redup

Ilustrasi komunis (Istimewa)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / FMB | Rabu, 20 September 2017 | 12:49 WIB

Jakarta – Negara berkewajiban menyejahterakan setiap warga negaranya. Ideologi komunisme dan marxisme bakal bangkit jika kemiskinan merajalela.

Demikian disampaikan putra Tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit, Ilham Aidit kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/9) dini hari.

“Selama ada kemiskinan, maka marxisme menarik hati orang. Memang tantangan sebuah negara untuk menyejahterakan masyarakatnya agar komunisme tidak bangkit,” kata Ilham.

Dia menambahkan bahwa paham-paham komunis sudah redup di dunia internasional. “Komunisme itu sudah tidak punya panggung di dunia ini. Tetapi, ketika kemiskinan tidak tuntas, maka marxisme bisa ditengok lagi oleh mereka sebagai alternatif,” imbuhnya.

Dia menegaskan, tudingan PKI kini mulai bangkit, bahkan mempunyai pengurus hingga tingkat ranting tidak benar. Sebab, membentuk atau mendirikan sebuah partai politik (parpol) di Tanah Air, bukan pekerjaan mudah dan murah.

“Memang membuat partai itu murah? (partai) yang ada saja, legal saja setengah mati bisa berjuang, lalu membuat partai komunis begitu? Sewa (kantor) DPD, DPW, DPC sampai ranting. Itu omong kosong,” tegasnya.

Disinggung mengenai kembali mencuatnya isu komunis dikaitkan dengan jelang pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) 2019, menurutnya, tak tertutup kemungkinan seperti itu. “Ini potensial sekali untuk diusung, digadang-gadang sebagai isu menyerang siapa saja prokomunis, anti-Islam, penganut liberal. Ini start mereka untuk siap usung masalah komunisme mungkin untuk 2019,” ucapnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT