OTT Wali Kota Cilegon, Ini Penjelasan Keluarga

Ilustrasi OTT KPK (Beritasatu.com)

Oleh: Laurens Dami / YUD | Sabtu, 23 September 2017 | 16:43 WIB

Cilegon - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Cilegon termasuk di dalamnya adalah Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi hingga kini belum mendapat penjelasan resmi dari pihak KPK.

Berdasarkan informasi yang berkembang, Wali Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi tertangkap tangan dalam OTT tersebut. Menurut pihak keluarga, Iman tidak termasuk dalam pihak yang terkena OTT tersebut. Hal itu ditegaskan oleh pihak keluarga Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi yakni Ratu Ati Marliati dalam konferensi pers di Cilegon, Sabtu (23/9) siang.

Di hadapan sejumlah wartawan, kakak kandung Iman tersebut mengatakan bahwa adiknya Iman Ariyadi tidak terjaring dalam OTT tersebut. Dia juga mengatakan bahwa pada saat OTT berlangsung, Iman sedang berada di Jakarta.

"Perlu saya sampaikan bahwa saat OTT berlangsung, Pak Wali (Iman Ariyadi) sedang berada di Jakarta bersama saya dan keluarga yang lain, karena sedang ada acara keluarga. Kenyataannya memang seperti itu. Pak Wali diantar oleh keluarga mendatangi KPK untuk mengklarifikasi OTT. Jadi Pak Wali tidak terjaring dalam OTT," tegasnya.

Ratu Ati Merliati menjelaskan, Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi mendapat informasi jika anak buahnya terjaring OTT KPK. Namun pada saat itu, Iman Ariyadi berada di Jakarta untuk mengikuti acara keluarga besar.

"Demi Allah, Pak Wali tidak terjaring OTT seperti ramai diberitakan media saat ini. Yang jelas, Pak Wali sedang berada di Jakarta iktu acara keluarga besar," tegas wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon itu.

Menurut Ati, KPK menghubungi Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi untuk datang ke KPK guna dimintai keterangan terkait beberapa anak buahnya yang terjaring OTT.

"KPK menghubungi Pak Wali untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Karena diminta sama KPK, Pak Wali bersedia datang ke KPK untuk dimintai klarifikasi terkait kasus tersebut. Jadi tidak benar kalau Pak Wali terjaring OTT," ujarnya.

Setelah kabar itu tersiar, lanjutnya, Jumat malam, sekitar pukul 23.30 WIB Wali Kota Cilegon, diantarkan ke Gedung KPK oleh keluarga, untuk mengklarifikasi penangkapan sejumlah pejabat itu.

"Kenyataannya memang seperti itu. Pak Wali diantar oleh keluarga mendatangi KPK untuk mengklarifikasi OTT, jadi tidak benar kalau Pak walikota terjaring dalam OTT," pungkasnya.

Saat ditanya siapa saja yang diamankan, Ratu Ati Marliati menegaskan bahwa dirinya tidak tahu hal itu. Dia mengatakan bahwa hal itu hanya pihak KPK yang tahu.

"Sampai saat ini saya tidak tahu siapa saja yang diamankan dan untuk kasus apa. Yang saya ingin tegaskan adalah bahwa Pak Wali tidak terjaring dalam OTT, tetapi mendatangi KPK diantar sama keluarga," tuturnya.

Untuk hal lainnya, Ratu Ati Marliati menyarankan wartawan untuk menunggu pernyataan resmi dari KPK.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT