PDIP Gelar Kursus Pancasila Angkatan Kedua

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, berpidato saat pembukaan Kursus Pancasila Angkatan II, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Minggu, 24 September 2017. (Istimewa)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / FER | Minggu, 24 September 2017 | 12:50 WIB

Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) kembali menyelenggarakan kursus politik Pancasila dengan menghadirkan ratusan warga masyarakat dari kalangan profesional seperti advokat, notaris, dokter, perawat dan pengusaha dari berbagai asosiasi.

Kursus Politik Angkatan Kedua yang mengusung tema "Pancasila: Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia" dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

‎"Jujur kami pesimis ketika pertama kali mau membuka diri melaksanakan kursus ini. Tapi ternyata mendapat sambutan yang sangat baik," kata Hasto saat membuka acara di kantor pusat DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Minggu (24/9).

Hasto mengakui, PDIP sebagai partai politik (Parpol) harus membuka diri kepada seluruh warga masyarakat Indonesia. Sebab, lanjut dia, setiap lima tahun sekali, PDIP melakukan rekrutmen setidaknya 17.000 calon anggota legislatif (caleg), 34 pasangan calon gubernur-wakil gubernur, dan 530 pasangan calon kepala daerah tingkat dua.

"Anda bisa bayangkan kalau parpol tidak membuka diri, tidak melakukan kursus politik, tidak melakukan rekrutmen putra-putri terbaik bangsa yang punya komitmen dan kompetensi. Sesuai arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, diadakanlah kursus politik ini," jelasnya.

Lewat kursus Pancasila itu, lanjut Hasto, PDIP mengharapkan bisa bergandengan tangan dengan kalangan profesional untuk menjaga Pancasila.

"Sehingga, kita bisa melawan mereka yang hendak mengganti Pancasila, paham lain seperti kapitalisme, liberalisme, paham khilafah, dan lain-lain. Dengan demikian, Pancasila semakin kokoh," tegasnya.

Menurutnya, tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk menjaga Indonesia. "Lewat kursus ini, semua kalangan diajak untuk bertanggung jawab melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh para Pendiri‎ Bangsa," kata Hasto.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT