Hasto: PDIP Ingin Pancasila sebagai Way of Life

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, berpidato saat pembukaan Kursus Pancasila Angkatan II, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Minggu, 24 September 2017. (Istimewa)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / FER | Minggu, 24 September 2017 | 13:14 WIB

Jakarta - Kursus Politik Pancasila yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) diniatkan sebagai wadah untuk mengajak masyarakat melihat Pancasila dalam perspektif kesejarahan yang benar.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, di masa Orde Baru, sejarah Pancasila dibelokkan. Maka, lanjut dia, kursus politik ini mencoba untuk menghadirkan api Pancasila dalam mempersatukan bangsa.

"Pancasila sebagai way of life," kata Hasto Kristiyanto, di sela pelaksanaan Kursus Pancasila Angkatan II, di Jakarta, Minggu (24/9).

Dalam situasi kekinian, kata Hasto, pemahaman tentang Pancasila harus dikuatkan dalam menghadapi ancaman dari ideologi lain semisal liberalisme, kapitalisme, dan khilafah. Melalui kursus politik ini, lanjut dia, ditampilkan Pancasila berwujud dalam ekonomi gotong royong, dalam kebudayaan, perjuangan politik yang membebaskan, hingga bagaimana Pancasila dalam politik membangun persaudaraan dunia.

"Termasuk Pancasila sebagai dasar kebijakan politik dari kepala daerah yang kami nilai berhasil dalam menjalankan Pancasila itu," kata Hasto.

Adapun salah satu kepala daerah yang dihadirkan untuk menceritakan pengalamannya adalah Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Dalam kursus politik angkatan kedua ini, kata Hasto, PDI Perjuangan membuka persahabatan dengan seluruh komponen masyarakat yang punya tanggung jawab kesejarahan membumikan Pancasila. ‎Para peserta acara itu memang kaum profesional dari berbagai latar belakang profesi mulai dari dokter, perawat, aktivis koperasi, hingga pengusaha.

"Kami harapkan, dengan seluruh kompetensinya, semua bisa dapat menjabarkan Pancasila dalam semangat kekinian," kata Hasto.

Untuk angkatan berikutnya, Hasto mengatakan, PDI Perjuangan berencana menghadirkan kelompok informal seperti pedagang kaki lima.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT