Ketua KPK: Rutan Baru Jadi Pengingat untuk Tidak Korupsi

Petugas memeriksa ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat peresmian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 6 Oktober 2017. (Antara/Puspa Perwitasari)

Oleh: Fana Suparman / WBP | Jumat, 6 Oktober 2017 | 13:42 WIB

Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meresmikan Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas I Cipinang Jakarta Timur cabang Rutan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (6/10). Peresmian ditandai pemotongan pita bunga melati yang dilakukan Agus didampingi Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Dalam sambutannya, Agus berharap peresmian rutan baru ini jadi pengingat kepada penyelenggara negara maupun pihak-pihak lainnya agar tidak melakukan korupsi. Jangan sampai, para penyelenggara negara menjadi penghuni rutan tersebut. "(Peresmian Rutan) ini sebagai pengingat dan reminder bagi seluruh pejabat negara maupun para pihak yang terkait untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Ini Pengingat atau reminder jangan sampai jadi salah satu penghuninya. Kebebasan kita jadi sangat terbatas," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/10).

Peresmian ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemkumham) DKI Jakarta, Bambang Sumardiono, Kapolsek Setia Budi AKBP Rachmat Sumekar, serta tamu undangan lainnya. Rutan baru KPK yang berdiri di atas lahan seluas 839,4 meter persegi ini terdiri dua lantai, yakni lantai dasar dan lantai mezzanine. Rutan tersebut memiliki kapasitas untuk menampung 37 tahanan yang terdiri dari 29 tahanan pria dan delapan tahanan wanita.

Agus mengatakan, rutan ini akan dipergunakan bagi 11 tahanan yang saat ini berada di Rutan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said Kavling C1 atau yang dikenal dengan Gedung KPK lama. Sementara Rutan di Gedung KPK lama rencananya bakal direhabilitasi untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitasnya. "Teman-teman (tahanan) yang ada di (Rutan KPK) C1 nanti dipindahkan kesini. C1 mudah-mudahan di tahun angaran 2018 direhabilitasi supaya kapasitasnya juga meningkat. (Rutan) ini kan (kapasitasnya) 37 (tahanan) kalau C1 ada tambahan kapasitas dan fasilitasnya disesuaikan dengan yang ini. Nanti sore mudah-mudahan dipindahkan dari C1 kesini," katanya.

Menurut Agus, pembangunan Rutan KPK ini sudah memenuhi standar yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. Setiap tahanan, kata dia, akan tetap diberikan hak-haknya meski berada dalam tahanan. Terdapat sel tahanan untuk lima tahanan dan untuk tiga tahanan. Di dalam rumah tahanan ini juga terdapat ruang isolasi untuk orientasi tahanan baru. Setiap sel tahanan dilengkapi dengan kasur dan kamar mandi. Selain itu, Rutan KPK ini memiliki fasilitas untuk tahanan berkumpul dan berolahraga bersama.

Awak media bersama tamu undangan berkesempatan berkeliling Rutan baru ini dengan dipandu oleh Kepala Biro Umum KPK, Syarief Hidayat. Dijelaskan Syarief, setiap pengunjung akan melakukan registrasi terlebih dahulu di pintu masuk, dengan diambil foto dan sidik jarinya. Tak hanya itu, setiap pengunjung juga wajib melalui x-ray di ruang pemeriksaan. Setiap pengunjung diminta menyerahkan kartu indentitas untuk mendapat surat izin kunjungan dan kartu identias kunjungan.

Selanjutnya, para pengunjung masuk ke ruang pertemuan antara tahanan dan pengunjung. Syarief menjelaskan, setiap tahanan diperbolehkan menerima lima tamu dalam setiap sesi kunjungan untuk keluarga dan kerabat di hari Senin dan Kamis, pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB. Sementara untuk penasihat hukum dapat mengunjungi tahanan setiap hari Senin hingga Jumat saat jam kerja.

Memasuki bagian dalam rutan, selain ruang tahanan terdapat ruang berkumpul yang dapat dipergunakan untuk berbincang dengan sesama tahanan, makan, atau menonton televisi. Selain itu, terdapat ruang registrasi tahanan, ruang kesehatan dan ruang berolahraga. "Tahanan laki-laki dan perempuan dipisah, dan tak akan bisa bertemu satu sama lain," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT