Penangkapan Ketua PT Sulut dan Anggota DPR karena Suap Perkara

Laode Muhammad Syarif. (Antara)

Oleh: Fana Suparman / AB | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 11:13 WIB

Jakarta - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap petinggi Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut) berinisial S dan seorang anggota DPR dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (6/10) malam. Aparat penegak hukum dan wakil rakyat ini ditangkap usai bertransaksi suap.

Berdasar informasi di lapangan, selain petinggi Pengadilan Tinggi Sulut dan seorang anggota DPR, dalam OTT kali ini, tim Satgas KPK juga mengamankan tiga orang lainnya. Kelima orang tersebut ditangkap seusai bertransaksi suap "pengamanan" perkara korupsi yang telah divonis bersalah pengadilan tingkat pertama atau Pengadilan Tipikor Manado. Diduga suap ini bertujuan agar Pengadilan Tinggi Sulut menjatuhkan vonis bebas terhadap pihak yang mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tipikor Manado.

"Ini terkait perkara di PN Tipikor sana. Di PN (tingkat pertama) terbukti dan di PT akan diputus bebas," kata seorang sumber SP, Sabtu (7/10).

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif membenarkan bahwa tim Satgas KPK menangkap aparat penegak hukum dan politisi. OTT ini, kata Syarief, terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara.

"Kami konfirmasi, ada tim KPK yang turun ke lapangan. Jumat tengah malam KPK lakukan OTT di Jakarta terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara. Ada penegak hukum dan politisi yang diamankan," kata Syarief.

Selanjutnya, KPK berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) terkait OTT yang menjerat petinggi Pengadilan Tinggi Sulut. Syarief menyebut OTT ini dilakukan berkat kerja sama dan koordinasi KPK dengan MA.

"KPK juga berkoordinasi dengan MA. Ini salah satu hasil kerja sama KPK dengan MA," katanya.

Meski demikian, Syarif masih enggan memerinci identitas petinggi Pengadilan Tinggi Sulut dan anggota DPR serta pihak lain yang ditangkap maupun kasus hukum yang coba ditransaksikan kedua pihak. Syarif hanya menyebut terdapat sejumlah uang, termasuk mata uang asing yang turut diamankan dalam OTT ini.

"Sejumlah mata uang asing juga diamankan sebagai barang bukti di lokasi. Tim masih di lapangan, jadi kami belum bisa informasikan lebih lanjut," katanya.

Para pihak yang diamankan sedang diperiksa secara intensif oleh tim penyidik. KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status mereka.

Syarief berjanji akan membeberkan OTT ini dalam konferensi pers yang rencananya digelar Sabtu (7/10) malam.

"Selengkapnya kami sampaikan di konferensi pers. Sesuai KUHAP kami dapat lakukan pemeriksaan maksimal 24 jam," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT