OTT KPK Sita Ribuan Dolar Singapura

Ilustrasi OTT KPK (Beritasatu.com)

Oleh: Fana Suparman / YUD | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 16:01 WIB

Jakarta - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap petinggi Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut) berinisial S dan seorang anggota DPR dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (6/10) malam. Diduga penangkapan ini dilakukan tim Satgas KPK usai aparat penegak hukum dan wakil rakyat itu bertransaksi suap terkait pengamanan perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan. Selain kedua penyelenggara negara tersebut, terdapat sekitar tiga orang lainnya yang turut dibekuk KPK.

Berdasar informasi, selain mengamankan para pihak, tim Satgas KPK juga menyita uang tunai sekitar SGD 10.000. Uang itu disita dari sebuah mobil milik salah seorang pihak yang turut ditangkap.

"Dalam mobil (ada uang) di atas sekitar SGD 10.000," kata seorang sumber, Sabtu (6/10).

Sumber yang sama menyebut, uang itu bukanlah pemberian pertama. Terdapat sejumlah pemberian lain yang jika dijumlah nilainya lebih dari ratusan ribu dolar Singapura.

"Pemberian pertama, kedua dalam bentuk dan jumlah ratusan ribu," katanya.

Uang itu diduga merupakan suap yang diberikan anggota DPR kepada S. Suap ini bertujuan agar S yang menjadi Majelis Hakim mengabulkan banding yang diajukan seorang terdakwa perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan. Terdakwa tersebut telah divonis bersalah di tingkat pengadilan pertama atau Pengadilan Tipikor Manado.

"Perkara yang sudah diputus bersalah di tingkat pertama kemudian terdakwa banding dan akan diputus bebas," katanya.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief membenarkan dalam OTT ini, tim Satgas KPK menangkap aparat penegak hukum dan politisi. OTT ini, kata Syarief terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara.

"Kami konfirmasi, ada tim KPK yang turun ke lapangan. Jumat tengah malam KPK lakukan OTT di Jakarta terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara. Ada penegak hukum dan politisi yang diamankan," kata Syarief.

Dikatakan, KPK berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) terkait OTT yang menjerat petinggi Pengadilan Tinggi Sulut ini. Syarief menyebut OTT ini dilakukan berkat kerja sama dan koordinasi KPK dan MA.

"KPK juga berkoordinasi dengan MA. Ini salah satu hasil kerja sama KPK dengan MA," katanya.

Meski demikian, Syarief masih enggan merinci identitas petinggi Pengadilan Tinggi Sulut dan anggota DPR serta pihak lain yang ditangkap maupun kasus hukum yang coba ditransaksikan kedua pihak. Syarief hanya menyebut terdapat sejumlah uang termasuk mata uang asing yang turut diamankan dalam OTT ini.

"Sejumlah mata uang asing juga diamankan sebagai barang bukti di lokasi. Tim masih di lapangan, jadi kami belum bisa informasikan lebih lanjut," katanya.

Para pihak yang diamankan sedang diperiksa secara intensif oleh tim penyidik. KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Syarief berjanji akan membeberkan OTT ini dalam konferensi pers yang rencananya digelar Sabtu (7/10) malam.

"Selengkapnya kami sampaikan di konferensi pers. Sesuai KUHAP kami dapat lakukan pemeriksaan maksimal 24 jam," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT