Ketua Komisi III Kritisi Sistem Pencegahan Korupsi

Ketua KPK Agus Rahardjo memberikan laporan Data Barang Rampasan Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang Per Desember 2016 kepada Pimpinan Rapat Dengar Pendapat Benny K Harman di saksikan Ketua Komisi III Bambang Soesatyo saat Rapat Dengar Pendapat Komisi III dengan KPK, di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 26 September 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / WBP | Minggu, 8 Oktober 2017 | 12:54 WIB

Jakarta - Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo kembali mengkritisi efektivitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Baginya, ‎KPK takkan pernah efektif bila terus gagal membangun sistem pencegahan korupsi.

Menurut Bambang, adanya fakta bahwa korupsi bertambah marak dan terjadi pada hampir semua institusi negara dan daerah menunjukkan eksistensi KPK belum efektif. "KPK kedodoran membangun sistem pencegahan," kata Bambang, Minggu (8/10).

Jika peran dan fungsi KPK efektif, menurut Bambang, korupsi seharusnya menurun. Sebaliknya kalau korupsi justru makin marak dan terjadi pada hampir semua lembaga seperti sekarang ini, artinya bahwa peran dan fungsi KPK masih belum efektif.

Bambang menekankan, fakta ini hendaknya menyadarkan semua pihak bahwa KPK harus diperkuat melalui beberapa opsi kebijakan, termasuk opsi melakukan pembenahan secara menyeluruh ke dalam.

Ditegaskannya, KPK seharusnya bisa merespons tingginya intensitas korupsi di tubuh birokrasi pemerintah pusat maupun daerah.

KPK boleh saja terus menghadirkan hasil penindakan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT), tetapi kinerja dari aspek penindakan itu harus menurunkan niat oknum untuk mencari peluang melakukan korupsi.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT